Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bertemu Langsung Warga, Wali Kota Manado Hentikan Pembangunan IPLT, Akses Keluar Masuk TPA Sumompo Kembali Dibuka

Livrando Kambey • Sabtu, 27 September 2025 | 13:56 WIB
Wali Kota Manado saat bertemu dan berdiskusi mendengarkan langsung aspirasi warga di TPA Sumompo, Jumat (26/9)
Wali Kota Manado saat bertemu dan berdiskusi mendengarkan langsung aspirasi warga di TPA Sumompo, Jumat (26/9)

MANADOPOST.ID- Tempat pembuangan akhir (TPA) Sumompo akhirnya kembali dibuka. Sebelumnya, masyarakat yang menolak pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), melakukan aksi blokir akses keluar masuk TPA Sumompo.

Dampaknya, selama 4 hari terjadi penumpukan sampah di Kota Manado.

Wali Kota Manado Andrei Angouw, Jumat (26/9) menemui masyarakat di lokasi pemblokiran.

Pada kesempatan itu, Wali Kota berdialog dan mendengar langsung aspirasi masyarakat secara terbuka.

Wali Kota menyampaikan bahwa pembangunan IPLT di Sumompo akan dihentikan.

Namun, operasional TPA tetap berjalan sambil menunggu koordinasi dan kebijakan final dari pemerintah pusat hingga akhir tahun ini.

“Kami mendengar suara masyarakat. Saya itu mendengar dan harus mencari solusinya. Bukan tidak mendengar. Dan setelah rapat bersama Forkopimda, kami memutuskan rencana pembangunan IPLT Sumompo dihentikan.

Untuk operasional TPA, kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” kata Wali Kota.

Masyarakat menyambut baik langkah pemerintah yang turun langsung ke lokasi dan mendengarkan aspirasi mereka.

Wali Kota pun mengapresiasi masyarakat Sumompo yang telah menyampaikan aspirasi dengan terbuka, tertib, dan tetap menjaga suasana kondusif.

"Karena urusan sebenarnya kan bukan TPAnya. Kan penolakan itu untuk IPLT. Tapi yang diblokir TPAnya," ucapnya.

"Ya, tentu kita berharap aktivitas pengangkutan sampah di Kota Manado dapat segera kembali normal," sambungnya. (Livrando Kambey)

Editor : Tanya Rompas