MANADOPOST.ID- Kecamatan Wenang menjadi pilot projeck penggunaan aplikasi untuk retribusi.
Camat Wenang, Steven Mongkau mengatakan, hal ini dalam rangka menggenjot pendapatan asli daerah (PAD).
"Kita ketahui bersama bahwa tahun depan (2026), pemerintah pusat telah memotong dana transfer ke daerah (TKD).
Sehingga, penggunaan aplikasi retribusi ini menjadi solusi dalam rangka menggenjot PAD," ujar kata Steven kepada Manado Post, Minggu(2/11).
Sekretaris Kecamatan Wenang, Renaldi Kalesaran menjelaskan, aplikasi tersebut merupakan fitur tambahan dari Manado HUB yang dikembangkan.
"Karena di Manado HUB kan tak ada fitur retribusi. Namun, sekarang karena untuk menggenjot PAD, jadi maksud kami di Manado HUB itu ditambah fitur retribusi. Dan puji Tuhan itu diterima," terangnya.
Dan sekarang, lanjutnya, sementara coba dikembangkan Kecamatan Wenang yang jadi pilot projeck.
Menurutnya, ini dilakukan supaya semua bisa terpantau dan transparan.
"Biasanya retribusi itu pakai karcis di masyarajat. Sekarang kita buat digital. Jadi bisa kelihatan di peta kalau sudah bayar atau belum. Dan kalau sudah bayar, karcisnya bisa dicetak," jelasnya.
Sebelumnya ada banyak dugaan permainan di retribusi. Akan tetapi, sekarang dibuat digital agar lebih transparan dan PAD lebih meningkat.
"Memang aplikasinya belum sempurna karena masih pengembangan. Dan baru contoh di Wenang. Kan butuh proses untuk pembaharuan. Jadi dua bulan pertama kita uji coba di Wenang," kuncinya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas