MANADOPOST.ID- Penyerapan anggaran belanja di Pemerintah Kota (Pemkot) Manado untuk tahun 2025 ini baru menyentuh 53 persen.
Hal itu diakui Sekretaris Kota (Sekkot) Manado, Steaven Dandel. Mantan Kepala Dinas Kesehatan itu menjelaskan beberapa kendala sehingga penyerapan belum maksimal.
"Pertama, satu minggu ini SIPD bermasalah. Jadi jam kerja kita ubah ke jam 9-12 malam. Karena kalau diinput siang hari, tak optimal," ujar Sekkot kepada Manado Post, Kamis (6/11).
Yang kedua itu, lanjutnya, untuk belanja modal harus ikut progres fisik di lapangan.
"Tak mungkin kan dibayar kalau tidak sesuai fisik. Apa lagi ada proyek-proyek strategis yang harus ada audit dari inspektorat dulu untuk menbuktikan progresnya, baru diperiksa dan bayar terminnya," terangnya.
Menurutnya, ini merupakan pengalaman yang setiap tahun seperti itu. Dan, pada bulan November rata-rata 60-65 persen penyerapannya.
"Dan kemudian nanti Desember baru akan sampai sekitar 85-90 persen," tandasnya.
Ditambahkan Dandel, pihaknya memang rutin lakukan evaluasi soal realisasi anggaran. Dan, rata-rata saat ini SKPD lain sudah capai 60 persen penyerapannya.
"Hanya saja 3 dinas besar. Yakni Dinas Pendidikan, Perkim dan PUPR anggarannya besar namun rendah penyerapan, otomatis ditarik juga yang lainnya," jelasnya.
"Jadi pada dasarnya sudah sekitar 60 persen. Namun, saya tidak bisa paksa Kadis untuk cairkan jika proyek fisik belum sesuai. Karena jangan sampai bermasalah. Makannya harus hati-hati" pungkanya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas