MANADOPOST.ID- Menjadi pembina remaja gereja merupakan tugas mulia. Hal itu dikatakan Wakil Wakil Wali Kota Manado Pnt Richard Sualang dalam pembukaan Pertemuan Raya Pembina Remaja SAG Sulutteng dan Jalan Sehat Oikumene yang digelar di KGPM Bahtera Ranotana, Manado, Jumat (7/11).
Dalam pertemuan yang diikuti perwakilan pembina remaja dari 13 sinode gereja, dan yang tergabung dalam Sinode Am Gereja-gereja di Sulawesi Utara dan Tengah (SAG Sulutteng), Sualang selaku Ketua Panitia Umum menyampaikan bahwa semua pembina remaja telah memberikan waktu, tenaga bahkan hati untuk membentuk karakter anak-anak.
"Ini bukan pekerjaan mudah. Tapi pekerjaan yang berharga di mata Tuhan,” ujar Sualang didampingi Sekretaris Panitia Pnt Steven Rondonuwu dan Bendahara Pnt Ester Lambey.
Sualang yang juga sebagai Ketua Pria/Kaum Bapa (P/KB) GMIM Rayon Manado menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi alfa, generasi muda yang tumbuh di tengah derasnya arus informasi, teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
“Tantangan di depan mata semakin nyata. Kita harus bisa membekali remaja agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kuat secara rohani dan moral,” kata Sualang.
Ia bahkan mengaitkan hal itu dengan upaya pemerintah dalam membangun generasi sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045.
“Pemerintah juga terus mendorong pencegahan stunting. Karena remaja yang sehat secara jasmani akan lebih siap menjadi pemimpin masa depan,” terangnya.
Sualang juga berharap kegiatan pertemuan raya tersebut bisa menjadi wadah untuk berdiskusi dan melahirkan ide-ide yang bisa mendukung program pemerintah dan pelayanan gereja.
“Melayani Tuhan memang melelahkan di dunia. Tapi upahnya besar di surga. Mari kita sukseskan kegiatan ini sampai selesai dan membawa dampak positif bagi setiap sinode,” tutup Sualang.
Diketahui, ibadah pembukaan dipimpin oleh Sekretaris Majelis Pekerja Harian SAG Sulutteng, Gembala Fetrisia Y Aling MTh. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas