Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Guru Diduga Mabuk dan Pukul Siswa di Manado, DPRD Beberkan Sejumlah Sanksi Tegas yang Bakal Diterima

Livrando Kambey • Senin, 10 November 2025 | 20:40 WIB
Beberapa anggota DPRD Manado, Senin (10/11) yang membicarakan terkait kasus pemukulan guru terhadap siswa yang diduga mabuk
Beberapa anggota DPRD Manado, Senin (10/11) yang membicarakan terkait kasus pemukulan guru terhadap siswa yang diduga mabuk

MANADOPOST.ID- Seorang guru di SMP Negeri 5 Kota Manado yang diduga mabuk dan memukul siswa, viral di media sosial (medsos).

Kasus ini pun sampai ke telinga para wakil rakyat. Anggota DPRD Manado Nur Amalia mengaku, dirinya mendapat laporan warga terkait dugaan pemukulan guru kepada siswa kelas 4.

Tak hanya itu, guru tersebut juga diduga sedang mabuk di sekolah.

"Saat itu juga saya melakukan komunikasi dengan keluarga korban yang menaikan kasus ini pertama kali di media sosial.

Menurut informasi, kasus ini sudah dilaporkan oleh keluarga ke Polresta Manado. Dan hasil visum juga sudah di pihak kepolisian," ujar Nur.

Dirinya pun memantau di Polresta Manado dan ternyata benar kasus itu sudah masuk dan sedang diproses sesuai tahapannya.

"Saya juga langsung berkoordinasi dengan teman di DPRD yang dari dapil tersebut untuk mengecek persoapan ini ke SMP 5.

Kami juga duduk bersama di ruangan Fraksi Keadilan Demokrasi selepas upacara Hari Pahlawan dan langsung dikomunikasi oleh Anggota Dewan Ibu Srinanda Lamadau dengan Kepala SMP 5," tuturnya.

Menurut politisi PKS ini, Kepala SMP 5 menyayangkan kejadian itu. Apa lagi mengkonsumsi minuman keras di lingkungan sekolah dan melakukan kekerasan fisik kepada siswa.

"Pihak sekolah sedang memproses penyelesaian masalah ini. Dan dinas terkait akan memberikan sangksi tegas kepada guru itu.

Sanksinya, akan ada pemindahan tugas. Guru akan pindah ke Dinas Pendidikan dan tidak lagi mengajar di SMP 5. Kemudian akan turunkan pangkat," ungkapnya.

Dirinya berharap ada tindak tegas. Sebab kejadian ini terjadi di lingkungan sekolah. Pihaknya juga meminta agar ada teguran dan imbauan kepada seluruh guru di sekolah tersebut untuk menjadikan kejadian itu sebuah pelajaran.

"Bahwa keamanan dan kenyamanan pendidikan harus dijaga dan dijunjung tinggi agar orang tua tidak khawatir kepada anak anak mereka yang belajar di sekolah.

Tak boleh ada miras dan kekerasan di sekolah! Dan kami berharap kejadian begini tidak terulang kembali. Apalagi ini merusak citra pendidikan dan merugikan korban secara mental dan fisik," pungkasnya. (Livrando Kambey)

Editor : Tanya Rompas