MANADOPOST.ID- Kota Manado bisa menjadi port point pihak asing untuk memasukkan barang terlarang seperti narkoba.
Itu bisa dimulai dengan proxy war lewat ideolagi dan ajaran yang bakal merusak ketentraman kota.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah Kota Manado dr Steaven Dandel dalam saat membuka sosialisasi yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kamis (20/11) di Manado.
Menurut Dandel, jika Kota Manado kacau, maka pihak asing akan mudah memasukkan barang-barang yang mereka kehendaki seperti narkoba dan sejenisnya.
"Maka diperlukan sosialisasi. Itu sangat penting untuk memahami bersama potensi bahaya proxy war dan juga memantau paham-paham yang bisa menyebabkan perpecahan di masyarakat," ujarnya.
Sosialisasi yang digelar Kesbangpol Manado itu terkait peningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan (Pakem).
Selain itu juga pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstrimisme dan terorisme (IRET) demi menjaga kerukunan di Kota Manado.
Salah satu narasumber yang hadir yakni AKBP Joko Dwi Harsono SIK MHum yang merupakan Kasubdit Kontra Radikal Direktorat pencegahan Densus 88 AT Mabes Polri dan juga pemerhati HTI Pusat Dr Rida Hesti Ratnasari MSi CRGP.
Disampaikan Sekkot, dengan sosialisasi tersebut, maka bisa didapatkan ilmu dari para ahli yang memiliki kompetensi.
"Ilmunya misalnya soal bagaimana mendeteksi potensi perpecahan akibat paham dan ajaran keagamaan," pungkasnya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas