Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Begini Garis Besar Rancangan APBD Kota Manado untuk Tahun 2026

Livrando Kambey • Senin, 24 November 2025 | 18:20 WIB
Wakil Wali Kota saat membacakan secara garis besar Rancangan APBD Kota Manado 2026, Senin (24/11) di rapat paripurna DPRD
Wakil Wali Kota saat membacakan secara garis besar Rancangan APBD Kota Manado 2026, Senin (24/11) di rapat paripurna DPRD

MANADOPOST.ID- Wali Kota Manado Andrei Angouw melalui Wakil Wali Kota Richard Sualang menyampaikan Rancangan APBD Kota Manado 2026, Senin (24/11) dalam rapat paripurna DPRD.

Secara garis besar, Rancangan APBD Manado 2026 terdiri dari pendapatan daerah, belanja dan pembiayaan.

Sualang menyampaikan bahwa pendapatan daerah tahun 2026 ditargetkan sebesar Rp 1.521.333.787.929. Yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) ditargetkan Rp 561.798.206.929.

"Dengan komponen PAD yaitu pajak daerah ditargetkan RP 493 Miliar, retribusi Rp 20 Miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan ditargetkan Rp 5 Miliar dan lain-lain PAD yang sah ditarrgetkan RP 43.799.206.929," ujar Sualang.

Lanjutnya, untuk pendapatan transfer sebesar RP 956.035.851.000. Terdiri dari pendapatan transfer pusat dianggarkan Rp 885.859.381.000, pendapatan transfer antar daerah Rp 70.176.200.000 dan lain-lain pendapatan daerah yang sah ditargetkan Rp 3.5 Miliar, yang adalah pendapatan dari lain-lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Belanja daerah, alokasi anggarannya sebesar Rp 1.490.800.188.669. Terdiri atas belanja operasi dianggarkan Rp 1.329.821.318.762, belanja modal Rp 155.978.869.907, belanja tidak terduga dianggarkan Rp 5 Miliar.

"Dari target pendapatan daerah yang diperhadapkan dengan total belanja daerah, terdapat surplus anggaran sebesar Rp 30.533.599.260," ungkapnya.

Untuk pembiayaan daerah terdiri atas penerimaan pembiayaan diestimasi Rp 5.943.834.400. yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya.

Kemudian pengeluaran pembiayaan dianggarkan Rp 36.477.433.660, terdiri dari penyertaan modal daerah yang dianggarkan Rp 2.5 Miliar, dan pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo sebesar Rp 33.977.433.660.

Berdasarkan estimasi penerimaan pembiayaan yang diperhadapkan dengan jumlah pengeluaran pembiayaan, diperoleh pembiayaan netto defisit sebesar Rp 30.533.599.260, yang akan ditutupi dengan surplus APBD 2026.

"Itulah pengantar nota keuangan Ranperda APBD 2026. Kiranya DPRD berkenan membahas serta memberikan koreksi yang konstruktif dalam rangka penyempurnaan materi dokumen tersebut, sehingga dapat ditetapkan jadi Perda," kuncinya. (Livrando Kambey)

Editor : Tanya Rompas