MANADOPOST.ID-Dunia pendidikan di Kota Manado tercoreng dengan kasus bullying. Kasus yang terjadi di SMP Don Bosco Manado ini melibatkan guru dan korbanya adalah siswa.
Informasi ini masuk di lembaga DPRD Manado, langsung ke Ketua Komisi 4 oleh orang tua murid yang menjadi korban.
Menurut Ketua Komisi 4 DPRD Manado, Jimmy Gosal, orang tua dari korban itu mengadu ke dirinya bahwa ada seorang guru membully anak didiknya di SMP Don Bosco.
"Guru ini setelah dicek ke Kepsek, ternyata memang banyak masalah. Sudah beberapa kali buat masalah.
Tapi disayangkan Kepsek ada pembiaran. Karena guru itu masih mengajar di sekolah tersebut," ujar Gosal, Kamis (27/11).
Dia menceritakan, dari penuturan orang tua korban, guru itu masuk di kelas, kemudian bertanya ke murid-murid siapa yang orang tuanya sudah cerai.
"Dan memang di kelas itu ada satu siswa murid memang orang tuanya sudah cerai. Orang tuanya ini yang mengadu ke saya," beber Gosal.
Lanjut Gosal, karena tak ada yang angkat tangan, guru tersebut kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama. Tapi tak ada yang angkat tangan.
"Nah, guru ini langsung menunjuk siswa yang orang tuanya sudah cerai itu. Dan mengatakan ke siswa itu kenapa tidak angkat tangan, padahal orang tua sudah cerai.
Semenjak kejadian itu, anak ini sudah tak mau ke sekolah," tuturnya.
Atas pengaduan itu, Gosal pun hubungi Dinas Pendidikan dan langsung bergerak ke SMP Don Bosco membawa sanksi administrasi untuk guru dan Kepsek.
"Kami tentu sangat menyayangkan hal itu terjadi dan dilakukan oleh pendidik. Apa lagi terkesan ada pembiaran oleh Kepsek.
Sayang kan anak itu trauma, menangis terus karena sakit hati dan malu. Ini tak boleh terjadi di dunia pendidikan Kota Manado," pungkasnya. (Livrando Kambey)
Editor : Angel Rumeen