MANADOPOST.ID– Mempertimbangkan cuaca ekstrem terutama dalam menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara menyiagakan jajaran terkait beserta kelengkapan alat berat untuk mengantisipasi potensi bencana, khususnya longsor dan jalan putus.
Langkah siaga ini disampaikan Kepala BPJN Sulawesi Utara Handiyana ST MT MSc usai mengikuti apel peringatan Hari Bhakti PU ke-80 yang dipusatkan di Halaman Kantor BPJN pada Rabu (03/12/2025).
Handiyana mengatakan, setiap PPK disiagakan lengkap dengan alat berat.
"Mereka siap bergerak cepat jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk penanganan darurat, seperti longsor,” kata Handiyana.
Menghadapi intensitas hujan yang terus meningkat, BPJN juga telah menyiapkan jembatan bailey atau jembatan darurat sebagai langkah antisipasi apabila terjadi jalan terputus.
“Untuk pos siaga tersebar di 16 PPK di seluruh wilayah kerja,” tambahnya.
Sejumlah ruas jalan nasional menjadi perhatian khusus karena dinilai rawan longsor, terutama di jalur strategis yang menghubungkan Manado–Tomohon, wilayah Bolaang Mongondow.
"Di beberapa kawasan penghubung vital lainnya yang memiliki kontur tanah labil," ungkap Handiyana.
Apel peringatan Hari Bhakti PU ke-80 turut dihadiri sejumlah pimpinan balai teknis di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum, antara lain Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Reza Rizka Pratama, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I Sugeng Harianto, perwakilan Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi serta Kasatker SNVT Prasarana Strategis Sulawesi Utara Kries Kuswara.
Hadir pula Kepala Satuan Kerja PJN I Ringgo Radetyo bersama jajaran pejabat teknis lainnya.
Momentum ini sekaligus menjadi penguatan sinergi antarbalai, juga termasuk upaya menghadapi potensi bencana infrastruktur di Sulawesi Utara. (*)
Editor : Gregorius Mokalu