Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bawa Aspirasi ke BKKBN, Komisi IV DPRD Soroti Penurunan Angka Kelahiran, Pernikahan Dini, Perceraian dan Stunting di Manado

Livrando Kambey • Jumat, 12 Desember 2025 | 20:07 WIB
Tiga srikandi Komisi IV DPRD Manado saat membawa aspirasi di BKKBN dan diterima langsung oleh Wakil Menteri.
Tiga srikandi Komisi IV DPRD Manado saat membawa aspirasi di BKKBN dan diterima langsung oleh Wakil Menteri.

MANADOPOST.ID-Komisi IV DPRD Kota Manado membawa aspirasi ke Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN).

Aspirasi itu dibawa oleh tiga srikandi yakni Sekretaris Komisi IV Jessica Wowor, Monica Tambajong dan Deysie Lumowa dan diterima langsung Wakil Menteri, Isyana Bagoes Oka.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi IV menyoroti fenomena menurunnya angka kelahiran di Kota Manado.

"Salah satu faktor yang turut memengaruhi adalah meningkatnya jumlah perempuan, terutama berpendidikan tinggi dan berkarier yang memilih untuk tidak memiliki anak atau childfree," kata Monica.

Hal tersebut tercermin dari laju pertumbuhan penduduk Kota Manado yang relatif rendah. Yaitu sekitar 0,46–0,47 persen, dengan jumlah penduduk pada tahun 2024 mencapai sekitar 464,81 ribu jiwa.

Dijelaskannya, kondisi ini menunjukkan adanya perubahan pola keluarga. Dimana banyak pasangan muda memilih memiliki satu anak atau bahkan tidak memiliki anak sama sekali.

Selain penurunan angka kelahiran, Komisi IV juga mengangkat persoalan maraknya pernikahan dini dan meningkatnya angka perceraian yang sering kali dipengaruhi oleh perselingkuhan, tekanan ekonomi dan konflik rumah tangga yang berkepanjangan, serta kasus stunting.

"Dalam konteks pembangunan keluarga, faktor-faktor tersebut saling berkaitan dan memberi dampak signifikan terhadap kualitas generasi muda di Kota Manado," ucapnya.

Komisi IV juga mengungkapkan bahwa sejumlah program dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana tidak dapat berjalan optimal karena adanya efisiensi anggaran.

Untuk itu, mereka meminta solusi dan dukungan dari kementerian agar upaya pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga tetap bisa dilaksanakan secara efektif.

Monica juga menyampaikan bahwa salah satu solusi yang disampaikan adalah memperkuat kolaborasi lintas dinas.

Dimisalkannya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk mengaktifkan kembali program PIK (Pusat Informasi dan Konseling) di sekolah-sekolah.

"Di dalam program ini, dapat dimasukkan materi GenRe (Generasi Berencana), konseling kesehatan reproduksi, serta Bina Keluarga Remaja (BKR).

Program BKR bertujuan memberikan edukasi kepada orang tua yang memiliki anak usia remaja, terutama terkait perubahan hormon, pola komunikasi yang sehat dan bagaimana menciptakan hubungan yang mendorong keterbukaan anak kepada orang tua.

Sementara itu, Wakil Menteri Isyana Bagoes Oka menegaskan, keluarga merupakan fondasi utama untuk membangun generasi yang berkualitas.

Dikatakannya, keluarga yang tentram diyakini akan melahirkan anak-anak yang tumbuh sehat secara mental maupun fisik.

Ia juga menekankan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan. Karena, menurutnya, tugas membesarkan anak bukan hanya tanggung jawab ibu.

"Ayah perlu memahami dinamika emosi dalam keluarga, termasuk perubahan hormon pada perempuan dan remaja yang dapat memengaruhi kestabilan emosi di rumah," tuturnya.

Wamen pun mengingatkan bahwa orang tua harus menjadi tempat pulang yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Sebab, lingkungan keluarga yang suportif dapat mencegah perilaku negatif remaja, termasuk kenakalan, penyalahgunaan waktu, atau pelampiasan stres ke hal-hal yang merugikan.

Pemerintah melalui BKKBN dan kementerian terkait, lanjut Wamen, terus melakukan inovasi untuk menurunkan angka stunting, pernikahan dini dan perceraian.

"Semua upaya ini diarahkan untuk memastikan bahwa Indonesia siap memasuki era Generasi Emas 2045, dengan sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berkualitas," kuncinya. (Livrando Kambey)

Editor : Angel Rumeen