MANADOPOST.ID- Polemik pendataan bantuan sosial (bansos) terjadi di hampir semua wilayah di Kota Manado.
Persoalan tersebut masuk di telinga para wakil rakyat Kota Manado. Bahkan, ramai di media sosial terkait data penerima bansos yang tidak tepat sasaran
"Di medsos itu ramai soal penyaluran bansos. Saya mendapat laporan dari banyak warga untuk tanyakan soal itu.
"Saya tahu ini memang kebijakan dari Kementerian. Tapi warga mengeluhkan bahwa ketika datang di kelurahan, namanya tidak ada. Padahal warga tersebut layak menerima dan sudah terdata di kementerian," ujar Srinanda.
Dirinya pun meminta Pemerintah Kota memperhatian dan selesaikan persoalan pendataan tersebut lewat dinas terkait.
"Ketua Lingkungan harus seleksi kembali. Warga yang layak, itu wajib. Jangan yang tidak layak, ekonomi masih mampu, kemudian terdata sebagai penerima," tandasnya.
Sama halnya disampaikan Anggota DPRD Manado, Tommi Parasan. Dirinya mengaku mendapat laporan ada beberapa nama yang harusnya masuk, tapi dicoret oleh ketua lingkungan.
"Awalnya namanya ada di list, tapi hilang. Kami dapat informasi ketua lingkungan yang bermain," bebernya.
Dia mencontohkan soal BLT (bantuan langsung tunai) pada masyarakat.
"Harusnya datanya itu benar-benar penerima yang layak. Jadi mohon ini menjadi perhatian Pemerintah Kota," pungkasnya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas