MANADOPOST.ID- Wakil Wali Kota Manado, dr Richard Sualang menggunakan Bus Bay The Service (BTS) saat beraktivitas di hari pertama kerja, Senin (5/1).
Sualang turun lapangan meninjau Kantor Camat Mapanget melakukan perjalanan dengan Bus BTS dari kantor Wali Kota didampingi Kadis Perhubungan.
"Hari ini saya merencanakan meninjau Kantor Kecamatan Mapanget yang baru selesai dibangun dan digunakan.
Jalur Bus Trans Manado melewati kantor itu. Jadi saya berinisiatif untuk mencoba rute, naik dari depan kantor Wali Kota, kemudian berputar ke arah Mapanget," ujar Wawali.
Menurutnya, menggunakan Bus BTS sangat efektif. Apa lagi dengan lalu lintas yang tidak cukup padat.
"Sekitar 30 menit kita sudah sampai. Tadi juga dalam arah balik ke kantor Wali Kota, kita melihat banyak masyarakat yang memanfaatkan Bus ini karena yang dari arah Mapanget ke pusat kota," katanya.
Dalam perjalan, terlihat Wawali berbincang dengan warga dan anak sekolah.
"Tadi juga ada anak sekolah. Dia sekolahnya di SMP 1, tapi rumahnya di GPI. Nah, ini jaraknya cukup jauh juga. Tapi dia memanfaatkan Bus Trans Manado.
Jadi, saya kira sosialisasi kepada masyarakat terus kita lakukan supaya mereka benar-benar bisa memanfaatkan salah satu moda transportasi ini," terangnya.
Meskipun masih ada juga banyak moda transportasi yang lain, Wawali persilakan masyarakat menggunakan Bus Trans Manado sesuai kebutuhan.
Apa lagi di Manado ada beberapa moda transportasi. Seperti mikrolet yang cukup ramai sudah mulai beroperasi.
"Ada ojek online dan taksi konvensional juga masih beroperasi dan lainnya. Saya kira ini kan makin banyak pilihan untuk masyarakat Kota Manado. Mudah-mudahan uji coba Bus ini lancar-lancar saja dan bisa bermanfaat bagi Kota Manado," ungkapnya.
Dalam perjalanan, Wawali juga mendapat masukan dari warga yang menggunakan Bus itu. Dimana, ada masyarakat, beberapa ibu-ibu juga menyampaikan soal rambu pemberhentian.
"Kita kan memakai rambu pemberhentian yang tidak menggunakan halte, tapi cuma tanda yang sudah dipasang. Namun masyarakat menyampaikan itu masih kurang terlihat.
Jadi ada beberapa titik tadi saya sudah sampaikan ke Dinas Perhubungan supaya dari 100 meter sudah kelihatan tempat pemberhentian. Karena masyarakat juga harus naik dari tempat pemberhentian ini. Bukan naik di tengah-tengah perjalanan yang bukan tempat pemberhentian," pungkasnya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas