MANADOPOST.ID- Produksi sampah di Kota Manado mengalami peningkatan pasca Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Hal itu disampaikankan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado Lieke Kembuan.
"Kalau timbulan sampah Kota Manado di angka 268 ton per hari. Tapi yang masuk terangkut masuk ke TPA 248 ton per hari. Itu hari biasa. Karena tidak ada timbangan sampah, jadi itu kita hitung sesuai ritasi kendaraan yang masuk.
Tentunya ketika ada hari raya Nataru, ya ada peningkatanlah sedikit. Karena hari raya, sampah banyak yang masuk," ujarnya kepada Manado Post, Selasa (6/1).
Dirinya belum bisa memastikan angka peningkatan tersebut karena belum selesai dihitung.
"Pastinya ada peningkatan dari yang normal biasanya. Tapi tetap kami tangani dan masih menerima sampah yang masuk ke TPA Sumompo," tandasnya.
Dia juga membeberkan bahwa di tahun ini kemungkinan akan ada penandatanganan MoU untuk ke TPA Regional Ilo-ilo.
Akan tetapi, untuk TPA Regional itu ada syaratnya.
"Selain kena tipping fee, kami juga harus belajar memilah sampah.
Makanya selalu kami informasikan terkait pemilahan sampah di sumber. Bukan cuma di rumah tangga saja, tapi di pelaku-pelaku usaha semua wajib memilah," tandasnya.
Lebih jauh disampaikannya, sekarang ini sampah organik diharapkan sudah selesai terlebih dahulu. Organik dalam hal ini yakni sisa-sisa makanan seperti kulit buah dan sejenisnya.
"Itu boleh dibikin pengomposan atau yang sekarang DLH kembangkan yakni buat lubang biopori yang kami ambil contoh dari Bali.
Tapi lubang yang ukuran besar," terangnya.
Menurutnya, waktu penilaian Adipura akhir tahun 2025, sudah ada beberapa titik yang dibuat.
Seperti di Puskesmas, taman-taman kota, perkantoran, sekolah, di pelabuhan serta pasar," paparnya.
Oleh karena itu, pihakanya berharap sisa-sisa sampah seperti sayur-sayur tersebut bisa masuk di lubang biopori.
"Karena itu lumayan besar. Apa lagi jika digali tanah satu meter ke dalam, bisa dua susun bois. Jadi satu meter ke dalam, satu meter di atas.
Nah itu sangat luar biasa juga untuk mengurangi sampah kalau semua hotel, restoran, kafe (Horeka) buat skala pengomposan seperti itu," tuturnya.
Pemerintah dalam hal ini DLH, lanjutnya, terus berjuang supaya lubang biopori tersebut tersedia di banyak titik di Kota Manado.
"Target kami 2025 sampai 2026 ini, ada 500 lubang biopori. Semoga tercapai di tahun ini. Dan itu tetap berkelanjutan, bukan berhenti di situ saja," pungkasnya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas