MANADOPOST.ID– Penghentian sementara pelayanan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Utara menuai sorotan dan keluhan luas dari masyarakat.
Kebijakan ini dinilai berdampak langsung terhadap pasien yang membutuhkan transfusi darah secara cepat dan berkesinambungan, terutama di rumah sakit rujukan di Sulut.
Kondisi tersebut mendapat kritik tajam dari dr Enrico Rawung MARS, salah satu figur yang lama berkecimpung dalam kegiatan kemanusiaan PMI.
Dengan pengalaman lebih dari satu dekade mengabdi, dr Enrico mengaku sangat kecewa atas penutupan sementara layanan donor darah yang selama ini menjadi tulang punggung penyelamatan nyawa pasien.
“Pelayanan donor darah adalah layanan vital. Ketika dihentikan, yang paling terdampak adalah masyarakat dan pasien yang sedang berjuang untuk hidup,” ungkap dr Enrico dengan nada prihatin.
Dr Enrico bukan sosok asing di lingkungan PMI Sulawesi Utara. Ia pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UDD PMI Sulut pada tahun 2016.
Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Koordinator Vaksinasi Massal PMI Sulut saat Pandemi Covid-19, sebuah periode krisis yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan dedikasi tinggi dalam pelayanan kemanusiaan.
Tak hanya itu, dr Enrico juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Ketua PMI Sulut Bidang Donor Darah periode 2016–2021, serta Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial PMI Sulut untuk periode 2021–2026.
"10 Tahun bergiat kemanusiaan dengan PMI, sangat kecewa penutupan layanan donor darah UDD PMI Sulut," tegas ASN Teladan Provinsi Sulut 2012 ini.
Berbagai peran strategis tersebut membuatnya memahami secara mendalam betapa krusialnya keberadaan UDD PMI bagi sistem pelayanan kesehatan di daerah.
Menurutnya, penghentian layanan donor darah harus segera dievaluasi dan dicarikan solusi agar pelayanan kemanusiaan tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan pasien.
Ia berharap semua pihak terkait dapat duduk bersama, mengedepankan kepentingan kemanusiaan di atas segalanya.
“Masyarakat membutuhkan kepastian layanan. Darah tidak bisa menunggu,” tegasnya. (mpd)
Editor : Gregorius Mokalu