MANADOPOST.ID- Pelayanan air bersih di Kota Manado terbilang masih ketinggalan cukup besar. Hal itu disampaikan langsung Wali Kota Manado Andrei Angouw.
"Pelayanan air bersih kita ketinggalan cukup besar. Baru sekitar 25 persen sambungan rumah.
Harusnya kita yang sediakan. Supaya masyarakat tak lagi lakukan bor air. Namun, kita akan berusaha sampai pada pelayanan prima. Karena ini kebutuhan pokok masyarakat," kata Wali Kota, Selasa (27/1).
Ini, kata Wali Kota, akan jadi fokus Pemerintah Kota supaya air bersih sampai ke masyarakat. Termasuk pelayanan dasar.
"Pemerintah menargetkan peningkatan cakupan hingga 75-80 persen hingga tahun 2030.
Target ideal yang ingin dicapai adalah pelayanan 100 persen dengan ketersediaan air selama 24 jam penuh," tuturnya.
Lebih jauh disampaikannya, dengan adanya akses air bersih yang merata, masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membuat sumur bor sendiri.
Sebab, lanjutnya, penggunaan layanan air bersih dari pemerintah akan lebih murah dibandingkan biaya pembuatan sumur bor dan biaya listrik untuk pompanya.
"Sehingga ini dapat menekan biaya hidup masyarakat," tandasnya.
Selain itu juga, akses air yang mudah dan lancar akan membantu masyarakat menjadi lebih produktif dalam aktivitas sehari-hari.
Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen air bersih dianggap sebagai kebutuhan pokok dan pelayanan dasar yang wajib disediakan secara prima oleh pemerintah kota.
"Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan air bersih menjangkau seluruh lapisan masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan mereka," pungkasnya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas