MANADOPOST.ID- Seluruh pemangku kepentingan, mulai dari camat, lurah, ketua LPM, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga kepala lingkungan diminta agar serius dalam menyumbangkan ide serta aspirasi berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Manado, Mona Kloer saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tuminting, Selasa (3/2).
Mona menekankan, Musrenbang tidak boleh hanya menjadi agenda formal tahunan tanpa realisasi nyata di lapangan.
Bendahara Partai Gerindra ini membeberkan bahwa sering terjadi berulang kali usulan yang akhirnya dikerjakan, ternyata bukan berasal dari hasil Musrenbang.
"Hal itu sudah kami cek. Jangan sampai input pekerjaan yang muncul setiap tahun justru berasal dari luar forum Musrenbang. Ini pola yang berulang. Dan harus dihentikan,” tegas Mona.
Dirinya pun meminta Pemerintah Kota Manado tetap konsisten dalam mengakomodasi program prioritas dari setiap kelurahan di Kecamatan Tuminting, meski ada efisiensi anggaran di tahun ini.
“Memang kami memahami dengan kondisi efisiensi anggaran. Akan tetapi, program prioritas dari kelurahan harus tetap diakomodir.
Apa lagi aspirasi utama dari masyarakat. Tidak boleh terabaikan," tandasnya.
Lepas dari itu, politisi dari daerah pemilihan Tuminting-Bunaken-Kepulauan ini memberi apresiasi kepada pemerintah kecamatan yang telah memberikan ruang kepada DPRD untuk terlibat langsung dalam Musrenbang.
Karena menurutnya, kehadiran Anggota DPRD untuk memastikan agar pokok-pokok pikiran yang diserap dari masyarakat benar-benar ditindaklanjuti.
“Oleh karena itu kami ingatkan agar Musrenbang ini jangan sampai hanya menjadi formalitas.
DPRD akan mengawal dan memproses semua keputusan yang dihasilkan bisa dieksekusi di tahun berjalan ini. Mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan," pungkasnya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas