MANADOPOST.ID- Kota Manado menjadi salah satu yang terdampak penonaktifan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) oleh Kementerian Sosial.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Rollies Rondonuwu. Kepada Manado Post, Senin (9/2) dirinya mengakui adanya dampak bagi masyarakat peserta PBI yang status kepesertaannya dinonaktifkan.
Akan tetapi, kata dia, ada kebijakan dan sesuai arahan Menteri Sosial serta BPJS bahwa peserta yang dinonaktifkan dapat segera diproses untuk pengaktifan kembali jika warga tersebut benar-benar dari keluarga kurang mampu dan ingin melakukan klaim atau komplain.
"Mekanisme pengaktifan kembali atau reaktivasi itu bisa melalui Dinas Sosial. Warga yang akan mengaktifkan kembali PBI-nya harus mendatangi Dinas Sosial di daerah masing-masing," ujar Rondonuwu.
Dia menerangkan, Dinas Sosial akan memproses administrasi reaktivasi tersebut dengan kriteria prioritas.
"Prioritas utama reaktivasi diberikan kepada kasus-kasus yang bersifat urgensi atau darurat. Seperti pasien penyakit kronis yang sedang menjalani perawatan rutin. Contohnya cuci darah," ungkapnya.
Masyarakat sebagai peserta disarankan datang ke Dinsos untuk melapor. Sebab, lanjutnya, pihak Dinsos tidak mengetahui secara detail warga yang dinonaktifkan secara massal.
"Masyarakat diminta untuk proaktif melapor agar statusnya bisa segera diproses," tandasnya.
Dirinya belum bisa memastikan berapa jumlah yang terkena penonaktifan di Kota Manado. Menurutnya, pihak Dinsos masih akan melakukan konfirmasi dan sinkronisasi data lebih lanjut dengan Kementerian Sosial dan BPJS Kesehatan.
"Kita harus memastikan jumlah pasti warga yang dinonaktifkan agar tidak terjadi perbedaan data antar lembaga," tuturnya.
Selain untuk yang urgensi, dirinya juga menekankan bahwa peserta yang lainnya bukan tidak mungkin untuk direaktifasi.
"Hanya saja prioritas pelayanannya diutamakan yang benar-benar urgensi.
Tetap kita akan reaktifasi. Tergantung komplain dari masyarakat yang dinonaktifkan. Sebab kami kan tidak tahu secara detail warga yang dinonaktifasi," kuncinya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas