MANADOPOST.ID- Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kota Manado menunjukan konsistensinya untuk hadir ditengah masyarakat.
Hingga saat ini, ada banyak warga, terlebih pasien anak yang telah merasakan bantuan dari YJI Manado.
Bantuan tersebut berupa pendampingan langsung oleh YJI. Baik sejak operasi hingga pemulihan.
Seperti halnya disampaikan Gaby Sambouw, orang tua (ibu) salah satu dari pasien atas nama Gryowaf Suwuh.
Dirinya mengungkapkan bahwa di akhir tahun 2025 lalu, anaknya menjadi salah satu penerima bantuan dari Yayasan Jantung Indonesia, khususnya dari Kota Manado.
"Untuk saat ini, Gryo sudah masuk dalam masa pemulihan. Tinggal kontrol saja. Dan untuk kontrolnya juga hanya di Manado," ungkap Gaby.
Dirinya selaku keluarga mengucapkan terima kasih kepada pihak Yayasan Jantung Indonesia Kota Manado yang telah membantu.
"Terlebih khusus juga pada Dokter Merry dan tim yang telah menyediakan waktu untuk berkunjung dan melihat kondisi Gryo secara langsung di rumah sakit waktu di Jakarta.
Pokoknya kami berterima kasih. Kalau pun ada pasien lagi dalam hal masalah jantung, kiranya nanti bisa terbantukan lewat Yayasan Jantung sesuai dengan situasi yang harus dibantukan," ucapnya.
Sama halnya dengan keluarga dari pasien bernama Sean yang mengaku anaknya saat ini sudah sembuh berkat dukungan dan bantuan Yayasan Jantung Kota Manado.
"Ibu Dokter Merry dan tim sudah sangat membantu anak kami dalam operasi di Jakarta. Sehingga sampai saat ini dia sudah sembuh.
Dan untuk perkembangannya setelah operasi, dia sudah menjadi sehat dengan pertumbuhan yang sangat bagus. Untuk itu, kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Manado," ungkap keluarga dari anak Sean.
YJI Kota Manado di bawah kepemimpinan dr Merry Sualang Mawardi SpA memang aktif menjalankan misi edukasi, pencegahan dan pendampingan pasien penyakit jantung selama ini.
Hal tersebut menunjukkan komitmen nyata dalam mendampingi pasien pasca-operasi, khususnya anak-anak.
"YJI melakukan pendampingan pasien, seperti contoh pasien Gryowaf Benhard Suwuh selama menjalani operasi dan masa pemulihan di RS Jantung Jakarta (Desember 2025).
Di masa pemulihan, per Januari 2026 itu kondisi pasien dilaporkan terus membaik dan kini dalam masa pemantauan rutin di Manado," ujar Ketua YJI Kota Manado, Merry Sualang Mawardi SpA kepada Manado Post, Kamis (12/2).
Di jelaskannya, program tersebut dilakukan dengan tujuan untuk meringankan beban fisik dan materi keluarga, serta memberikan dukungan moral.
Setiap kegiatan dan program yang dilaksanakan YJI Manado menegaskan dedikasinya dalam menurunkan angka penyakit jantung melalui tiga pilar utama.
Yakni edukasi preventif kepada warga, peningkatan kompetensi tenaga medis, dan pendampingan langsung kepada pasien.
"Kami juga melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat dengan rutin mengunjungi berbagai Puskesmas di wilayah Manado untuk memberikan pemahaman mengenai pola hidup sehat dan pencegahan penyakit jantung.
Kita berikan edukasi mengenai penyakit jantung sebagai penyebab kematian tertinggi, kemudian pola makan sehat (tinggi serat, rendah garam/natrium, konsumsi ikan dan kurangi lemak jenuh)," jelasnya.
Tak hanya itu saja, YJI juga terus meningkatkan kualitas SDM dalam penanganan medis. Seperti memberikan pelatihan ke tenaga kesehatan dan pengurus.
"Pelatihan bagi petugas Puskesmas itu mengenai tindakan medis kedaruratan jantung, termasuk materi pemeriksaan kardiovaskular non-invasif dan screening oximeter pada bayi," kuncinya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas