Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Polresta Kantongi Nama Para Otak Provokator dan Tersangka Tawuran di Manado, Mulai Diburu dan Ditembak, Warga Full Support

Livrando Kambey • Sabtu, 14 Februari 2026 | 14:36 WIB
Rapat koordinasi penyelesaian konflik masyarakat yang dilakukan Pemkot, Polresta dan pihak terkait, Jumat (13/2) di Gedung Serbaguna Pemkot Manado
Rapat koordinasi penyelesaian konflik masyarakat yang dilakukan Pemkot, Polresta dan pihak terkait, Jumat (13/2) di Gedung Serbaguna Pemkot Manado

MANADOPOST.ID- Polisi langsung mengincar para pelaku-pelaku tawuran di Kota Manado. Tak hanya pelaku saja, yang menjadi provokator pun jadi incaran.

Bahkan pihak kepolisian tak segan-segan melepas tembakan ke kaki provokator maupun pelaku tawuran.

Tindakan tegas dari pihak kepolisian itu mendapat banyak dukungan dari masyarakat lewat media sosial.

Terpantau akun Facebook Oto Itam yang pemiliknya diketahui merupakan anggota Resmob Polresta Manado, banjir dukungan. Masyarakat menyeruhkan dukungan polisi menindak tegas para pelaku dan provokator. Termasuk tembak di tempat.

Hal tersebut juga telah disampikan Kapolresta Manado Irham Halid dalam rapat koordinasi penyelesaian konflik masyarakat bersama Wali Kota, Wakil Wali Kota serta pihak-pihak terkait, Jumat (13/2).

Dimana, pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku hingga provokator tawuran antar kelompok.

Tak hanya itu saja, nama-nama yang terlibat telah disampaikan dalam pertemuan tersebut dan dikonfrontir kepada lurah, ketua lingkungan dan tokoh masyarakat.

Kapolres menyampaikan bahwa konflik yang terjadi di Kelurahan Sindulang I antara lingkungan 2 dan 4, lebih tepat dikategorikan sebagai tawuran antar kelompok anak muda. Bukan konflik antar kampung.

"Karena tidak semua warga dalam satu lingkungan menghendaki keributan,” ujarnya.

Dirinya juga mengungkapkan keprihatinannya karena dalam tawuran itu terlibat juga anak-anak usia sekolah.

"Saat aparat turun melakukan pencegahan, ditemukan juga adanya orang tua yang justru menghalangi petugas.

Kemudian, insiden terakhir, seorang anggota Brimob terkena panah wayer hingga menancap di kaki. Aparat juga menghadapi kendala ketika sekelompok ibu-ibu menghadang proses pengamanan tersangka," sesalnya.

Laporan palsu atau prank melalui call center siaga disorot. Sehingga itu mengganggu konsentrasi petugas.

“Kami sudah memetakan nomor-nomor yang sering memberikan laporan tidak benar. Penanganan tetap kami proses sesuai ketentuan. Jika sudah ada tersangka dan alat bukti cukup, berkas akan kami limpahkan ke kejaksaan,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota dalam dialog menekankan soal penegakkan hukum yang tegas dan identifikasi siapa saja yang terlibat serta yang memprovokasi di lapangan.

Pemerintah Kota Manado, kata Wali Kota, berkomitmen penanganan tegas terhadap pelaku tawuran dengan memfokuskan proses hukum.

“Kalau sudah ada data dari kepolisian, nanti kita sinkronkan dengan data dari lurah, kepala lingkungan dan tokoh masyarakat. Saya berharap fokus pada nama-nama tersangka. Paling tidak otak dan provokator harus diamankan dan diberi efek jera,” tegas Wali Kota.

Ia meminta proses hukum dijalankan secara tegas dengan penerapan pasal yang paling berat terhadap pelaku yang terbukti bersalah. (Livrando Kambey)

Editor : Tanya Rompas