MANADOPOST.ID- Wilayah Kecamatan Malalayang dipilih sebagai lokasi percontohan atau program pilot project pemilahan sampah.
Program tersebut merupakan arahan langsung dari Wali Kota Manado dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk mempercepat pengetahuan masyarakat terhadap pemilahan sampah.
"Ini ditunjuk oleh Pak Wali Kota dan Pak Kadis untuk Kecamatan Malalayang sebagai pilot project pemilahan sampah. Kalau waktu yang lalu, kami juga ditunjuk terkait retribusi dengan sistem yang baru. Dan tahun lalu sudah 100 persen. Nah, ini soal pemilahan sampah," kata Camat Malalayang, Yusuf Kopitoy kepada Manado Post, Senin (2/3).
Pihaknya juga telah persiapkan strategi untuk memastikan masyarakat siap melakukan pemilahan sampah dalam waktu singkat (sekitar 1-2 minggu).
"Kita sosialisasi brutal. Kita lakukan sosialisasi secara masif melalui berbagai kanal, termasuk pengeras suara (toa), media sosial dan rumah ibadah.
Dan sudah saya sampaikan ke jajaran baik itu Lurah, Ketua Lingkungan agar sosialisasi brutal selama satu-dua minggu berjalan ini," terangnya.
Dirinya juga mengakui bahwa di wilayah Malalayang merupakan daerah dengan banyak memproduksi sampah. Sebab banyak aktivitas pertokoan yang pasat, dan ditambah lagi sampah kiriman dari daerah tetangga.
"Memang banyaknya juga sampah kiriman yang masuk ke wilayah Malalayang dari daerah tetangga, seperti Desa Sea dan Desa Kalasey. Sehingga Malalayang berkontribusi pada tingginya volume produksi sampah.
Makanya kita saat ini akan jor-joran untuk sosialisasi tentang pemilahan sampah kepada semua elemen masyarakat di Wilayah Malalayang. Mohon doa dan kerja sama agar semua bisa terlaksana dengan baik," kuncinya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas