MANADOPOST.ID- Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menekan angka stunting di Kota Manado terus ditunjukan.
Hal itu didukung dengan dilakukannya penandatanganan komitmen bersama yang melibatkan 13 SKPD dan 11 kecamatan dalam upaya penurunan stunting melalui aksi konvergensi, Kamis (5/3) di Aula BPKSDM Manado.
Kesepakatan dan komitmen tersebut yakni, merealisasikan rencana kegiatan, target penurunan stunting 17 persen di tahun 2026 dan melaksanakan rencana aksi konvergensi Kota Manado dan Kecamatan tahun 2026.
"Pemerintah menargetkan 17 persen penurunan prevalensi stunting dari angka tahun sebelumnya yang berada di 18 persen," ujar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Manado, Steven Tumiwa kepada Manado Post saat diwawancarai, Kamis (5/3).
Dirinya menjelaskan terkait upaya dan indikator agar bisa menekan angka stunting. Dimana, kata dia, terdapat 31 indikator dalam aksi konvergensi ini.
"Masing-masing indikator terbagi di 13 SKPD dan kecamatan terkait. Upaya ini didukung melalui program, kegiatan dan penganggaran khusus untuk penurunan stunting," ucapnya.
Ditambahkannya, evaluasi nantinya dilakukan oleh pemerintah pusat. Dan hasil rilis resminya diperkirakan akan keluar pada akhir tahun.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Manado dr Richard Sualang yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Kota Manado mengatakan, rembuk stunting dan Pra Musrenbang Tematik menjadi momentum menyatukan langkah percepatan penurunan.
"Penanganan stunting harus dilakukan secara konvergen, menyatukan seluruh program agar hasilnya nyata dan terukur bersama.
Untuk mencapai target-target itu, kita membutuhkan komitmen, kerja keras, serta sinergi seluruh perangkat daerah terkait," kata Sualang.
Disampaikannya, evaluasi tahun 2025 menjadi pijakan memperkuat strategi, memastikan intervensi tepat sasaran dan berdampak langsung masyarakat.
"Ini bukan sekadar mengejar angka. Tetapi menghadirkan perubahan nyata bagi generasi masa depan Manado lebih sehat," kuncinya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas