MANADOPOST.ID- Seorang warga baru baya di Kelurahan Batu Kota, Kecamatan Malalayang dilaporkan hanya tinggal di garasi, di sebuah lahan milik orang lain.
Warga tersebut bernama Alfrits Tijoh. Frits, panggilan sehari-harinya memang tak memiliki pekerjaan. Dan hanya numpang tinggal di tempat itu bersama anak perempuannya sejak 2016.
Hingga saat ini, Frits tak pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah. Baik itu PKH, pangan dan lainnya.
"Belum pernah terima bantuan," ungkap Frits, Selasa (10/3).
Terkait hal itu, Lurah Batukota, Boby Liow menjelaskan bahwa pihaknya mendatangi langsung lokasi dan melihat kondisi serta mengecek data dari Frits.
"Kami cek apakah mendapat bantuan pemerintah baik pusat maupun daerah. Memang kondisnya mereka tinggal di lahan orang lain. Karena tak memiliki rumah. Tapi menurut Bapak Frits, pemilik lahan sudah izinkan," kata Lurah.
Dijelaskan Lurah, pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Frits masuk di desil 8. Dimana jikalau desil 8 itu dianggap mampu oleh pemerintah.
"Nah, titik permasalahannya ketika kami cek Kartu Keluarga, ternyata di situ tertulis pekerjaan Bapak adalah karyawan swasta. Itulah penyebabnya sehingga nama Bapak tercatat di desil 8," ungkap Lurah.
Dengan demikian, lanjutnya, kedatangan Pemerintah Kelurahan untuk mendata kembali supaya bisa memastikan desil sesuai kondisi warga yang ada.
"Kami akan lakukan pembaharuan desil. Supaya kalau desilnya turun sesuai kondisi Bapak sehari-hari, maka bisa menjadi penerima manfaat dari pemerintah.
Saya pikir dengan kondisi yang ada, Bapak tersebut ada di desil 4. Namun ternyata di data tercatat berada di desil 8.
Nah, kami akan perbaharui datanya supaya Bapak bisa menerima bantuan. Inilah maksud dan tujuan kami menjalankan perintah Wali Kota dan Wakil Wali Kota bahwa penerima bantuan itu harus benar-benar warga yang layak dan tepat sasaran," pungkasnya.
Pihaknya akan merubah pekerjaan dari Frits Tijoh dan akan lakukan pengajuan pembaharuan desil. Menurutnya, permasalahan itu telah dilaporkan ke Wali Kota dan Wakil Wali Kota, serta Kepala Dinas Sosial. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas