Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Turis Asing Disuguhkan Sampah Terdampar di Pinggir Pantai Pulau Bunaken, Warga Kecewa Tak Ada Penanganan Pemerintah yang Kelola Kawasan Konservasi

Livrando Kambey • Rabu, 11 Maret 2026 | 14:32 WIB

Pemandangan sampah yang terdampar di bibir Pantai Liang, Kepulauan Bunaken yang disaksikan langsung turis mancanegara
Pemandangan sampah yang terdampar di bibir Pantai Liang, Kepulauan Bunaken yang disaksikan langsung turis mancanegara

MANADOPOST.ID- Masyarakat dan pelaku usaha di Kawasan Pantai Liang, di Pulau Bunaken, Kota Manado mengeluhkan terkait pemandangan sampah yang terdampar di wilayah tersebut.

Mirisnya lagi, sampah yang terdampar itu nyaris tak ada penanganan sama sekali oleh pihak pemerintah, dalam hal ini Balai Taman Nasional Bunaken (BTNB) selaku pengelola kawasan konservasi.

Ester Kasehu, pengelola Panorama Dive Resort di Pulau Bunaken mengeluhkan masalah sampah yang kronis di pantai tersebut. Dikatakannya, pemandangan sampah plastik dan kayu di pesisir pantai sudah terjadi sejak dirinya kecil hingga sekarang.

"Tapi sampai saat ini belum teratasi dengan baik. Kami sayangkan kurangnya peran dan berpartisipasi serta perhatian dari pemerintah dalam menangani masalah sampah ini. Meskipun berkali-kali kami bersama masyarakat setempat sudah menyampaikan aspirasi ini," ungkap Ester kepada Manado Post, Rabu (11/3).

Dengan demikian, kata dia, pihaknya pun berinisiatif mandiri untuk melakukan penanganan sampah tersebut dikarenakan kondisi yang mendesak.

"Kami harus menggunakan biaya sendiri untuk menyewa tenaga kerja untuk mengumpulkan dan membersihkan sampah plastik serta kayu di pantai. Itu setiap hari.

Yang kami sayangkan dan pertanyakan yakni penggunaan dana PIN (biaya masuk tamu) sebesar Rp150.000 per orang yang kami setorkan ke pihak Balai Konservasi.

Karena dana tersebut dianggap tidak dikembalikan untuk kepentingan lingkungan atau bantuan fasilitas seperti penanganan sampah di Pulau Bunaken," bebernya.

​Dirinya mengkhawatiran dampak dari itu yakni pariwisata. Dirinya merasa sangat malu dan kasihan kepada tamu, terutama wisatawan mancanegara yang sudah membayar mahal, namun harus melihat pemandangan sampah saat berkunjung ke pantai.

Diketahui, di kawasan Pantai Liang Pulau Bunaken tersebut terdapat sejumlah resort yang menjadi tujuan wisatawan asing, yang terdampak akibat sampah terdampar.

Diantaranya Panorama Dive Resort, Bastianos, Oasis, Happy Gecko dan Raja's.

Masyarakat setempat pun berharap ada perhatian dari pemerintah terkait masalah tersebut. (Livrando Kambey)

Editor : Tanya Rompas