Salah satu potensi Kota Manado yang sebenarnya sudah ada sejak lama itu ternyata beberapa waktu lalu diberi award oleh Pemerintah Pusat.
Wakil Wali (Wawali) Kota Manado, dr Richard Sualang mengatakan, hal tersebut harus dilihat sebagai satu potensi untuk dikembangkan. Sebab, menurutnya, Kementerian Ekraf menyampaikan bahwa ternyata para pelaku musik itu sudah bisa menggerakkan ekonomi di Kota Manado.
"Nah, ini kan satu hal yang positif. Jadi selain dinilai dalam berkesenian, tapi juga ini bisa menggerakkan ekonomi. Mungkin karena di sini banyak pemain-pemain musik di kafe-kafe, tempat hiburan, restoran.
Dan juga ada satu yang disampaikan tim penilai dari Kementerian Ekraf bahwa yang secara berkesinambungan melaksanakan kesenian dan berdampak bagi ekonomi di Kota Manado itu adalah paduan suara," ungkap Sualang.
Aktivitas seni tersebut ternyata diamati oleh pemerintah pusat. Bahkan turut merasakan langsung tentang bagaimana paduan suara sebagai kesenian yang berkesinambungan dan sebagai penggerak ekonomi.
"Karena ketika ada kegiatan berkesenian paduan suara, itu ekonominya bergerak. Contoh seragam saja harus dijahit, berarti ada penjahitnya. Itu UMKM.
Kemudian makan dan minum. Karena iven-iven ini ditonton dan bisa mengumpulkan ribuan orang. Ini ternyata menjadi amatan dari Kementerian Ekraf sehingga Kota Manado dapat award," terangnya.
Dirinya mengaku bersyukur karena ternyata kegiatan berkesenian di Kota Manado mempunyai dampak ekonomi yang positif.
Oleh karena itu, lanjutnya, tantangan ke depan untuk mempertahankan hal itu maka harus ada pembinaan dari segi pemerintahan.
"Mungkin dari segi berkesenian, ya tentu kita juga harus berkepentingan untuk melaksanakan pembinaan.
Dari segi pemerintah, kita harus melihat ini sebagai peluang yang ada di depan mata dan harus dimanfaatkan. Salah satunya juga itu kan bisa berdampak ke pariwisata.
Karena, dengan paduan suara ini kita bisa mendatangkan wisatawan. Kota Manado itu bisa dikenal. Jadi, pemerintah akan memanfaatkan peluang dan kesempatan ini. Karena ini potensi yang harus dikembangkan," kuncinya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas