MANADOPOST.ID- Sejumlah drainase di Wilayah Kecamatan Tuminting mengalami penyumbatan parah.
Penyumbatan tersebut disebabkan oleh akumulasi sedimen tanah yang tinggi serta tumpukan sampah domestik yang menyumbat saluran.
Kondisi itu mengakibatkan aliran air tidak dapat berjalan dengan lancar. Terutama saat intensitas curah hujan meningkat.
"Pekan lalu, saya bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Bapak Jhon Suwu telah meninjau secara langsung ke beberapa lokasi strategis yang menjadi langganan luapan air," kata Camat Tuminting Hence Patimbano kepada Manado Post, Selasa (24/3).
Sejumlah titik yang drainasenya mengalami penyumbatan parah yakni di Kelurahan Mahawu, Lingkungan 1. Tepatnya di area samping Kantor Pos.
"Di situ air seringkali meluap hingga menggenangi jalan utama. Kondisi ini dipicu oleh banyaknya sampah dan pendangkalan akibat sedimen tanah yang sudah menumpuk sekian lama," ujarnya
Kemudian di Kelurahan Tumumpa Satu, Lingkungan 1 yang lokasinya di depan Gereja Elim. Menurut Camat, di tempat itu ditemukan masalah serius berupa perakaran pohon besar yang masuk ke dalam saluran.
"Akar tersebut tidak hanya menyumbat aliran air. Tetapi juga telah merusak struktur trotoar di sekitarnya," tandasnya.
Selanjutnya, di perbatasan Kelurahan Bitung Karangria dan Tuminting. Pada titik tersebut, saluran drainase mengalami pendangkalan yang cukup ekstrem akibat kombinasi sampah, sedimen tanah, serta pertumbuhan rumput liar yang memenuhi badan air.
Lebih jauh disampaikannya, sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Manado melalui Dinas PUPR yang bersinergi dengan pihak Kecamatan Tuminting berkomitmen untuk segera melakukan langkah perbaikan.
"Rencana aksi yang akan diambil meliputi pengerukan sedimen secara menyeluruh, pembersihan sampah, serta perbaikan struktur drainase yang rusak akibat akar pohon.
Langkah percepatan ini diambil guna memastikan fungsi drainase kembali normal. Sehingga risiko banjir atau luapan air ke pemukiman dan jalan raya dapat diminimalisir demi kenyamanan serta keamanan warga masyarakat," kuncinya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas