Wali Kota pun memberikan contoh di kompleks SPBU Tikala. Beberapa tahun terakhir ini lokasi tersebut tidak pernah banjir.
"Tiba-tiba tanggal 14 Februari kemarin banjir di situ, yang seperti dulu. Air sampai di jalan. Nah, kita tentunya mencari tahu apa penyebabnya," kata Wali Kota.
Ternyata, lanjutnya, pada saat air deras, talud saluran selokan besar yang di belakang Gereja Pentakosta roboh.
"Nah, jadi akhirnya air tertahan dan keluar dari belakang. Sehingga bikin banjir di depan SPBU. Jadi hal-hal seperti itu yang nanti kami cari tahu," ujarnya.
Wali Kota juga mencontohkan di depan Pikat yang selama ini tidak pernah banjir dan tiba-tiba tanggal 14 Februari sudah tergenang sampai di jalan.
"Begitu kami periksa, ternyata potongan saluran di bawah jalan Sam Ratulangi depan Pikat itu penuh dengan sampah batok kelapa.
Ternyata yang jual-jual kelapa di Jalan 17 Agustus sampah batok kepalanya hanya di buang di selokan.
Nah, jadi faktor-faktor ini yang kita mesti pelajari. Jangan sampai sampah atau ada talud yang roboh jadi penyebab adanya sumbatan sehingga air tergenang. Hal-hal seperti itu langsung kita cek," pungkasnya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas