MANADOPOST.ID-Pulau Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara masuk pada wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Tertular) untuk pengelolaan program makanan bergizi gratis (MBG).
BGN menerapkan jenis dapur 3T atau yang khusus untuk daerah terpencil, terisolir, dan tertinggal guna menyesuaikan kondisi geografis.
Siswa di wilayah 3T dimungkin menerima menu yang disesuaikan dengan ketersediaan bahan pangan lokal karena kendala logistik.
"Kalau Pulau Bunaken masuk di 3T. Itu ada surat keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Jadi ada anggaran khusus untuk wilayah yang masuk 3T," kata Sekretaris Tim Percepatan Dapur MBG, Pemkot Manado, Meisje Wollah kepada Manado Post, Senin (20/4).
Berdasarkan kebijakan BGN terkait Makan Bergizi Gratis (MBG), wilayah 3T difokuskan pada daerah-daerah yang memiliki keterbatasan infrastruktur, akses distribusi, dan fasilitas penyimpanan.
Dikatakannya, saat ini sementara diproses untuk pembangunan dapur MBG di Pulau Bunaken.
"Sementara berproses. Karena memang itu BGN langsung. Sama dengan dapur-dapur lain, semua BGN yang tangani langsung," ucapnya.
Pihaknya, kata dia, hanya memonitoring terkait infrastruktur dapur, hygiene sanitasi, dan alur distribusi, serta menindaklanjuti temuan lapangan untuk mencegah keracunan pangan.
"Kami Satgas atau tim percepatan di Pemkot hanya memantau saja, monitoring dan koordinasi. Bukan eksekusi teknis dapur MBG," jelasnya.
Fungsi dan tugas Satgas MBG yakni memonitoring memastikan SPPG (dapur umum) memiliki fasilitas memadai, seperti alat pengukur suhu, pemisahan area pengemasan, dan pengelolaan limbah.
"Tentunya, program dari Pak Presiden Prabowo ini perlu untuk ditunjang. Oleh karena itu kita saling koordinasi. Supaya penerima manfaat ini jelas yang mereka dapat," kuncinya. (lak)
Editor : Livrando Kambey