MANADOPOST.ID-Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Manado, Ferdinand Dumais menanggapi ditangkapnya 3 pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) usai dicopot Presiden Prabowo Subianto.
Disampaikannya, hal ini menjadi evaluasi bersama pemerintah dan masyarakat agar ke depan program strategis tersebut lebih efektif dan semakin meningkatkan keadilan ekonomi dan sosial masyarakat.
"Sebuah keniscayaan daya dongkrak ekonomi Indonesia ke depan, setidaknya lebih dari 64 juta penerima manfaat sudah merasakannya.
Investasi strategis Indonesia telah berjalan dan efek bergandanya sudah mulai dirasakan. Maka sekarang menjadi tugas kita semua untuk Indonesia yang lebih baik ke depan menyukseskan program MBG," kata Dumais kepada Manado Post, Kamis (4/6).
Menurutnya, stakeholder BGN harus berbenah diri, evaluasi dan melakukan lompatan quantum ke depan untuk Indonesia yang lebih sejahtera.
"Program berjalan baik dan linear dengan penegakan hukum. Bukti hukum tetap menjadi panglima di republik ini, khususnya sikap tegas Presiden untuk law enforcement dan good corporate governance demi memajukan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tuturnya.
Dijelaskannya, MBG adalah investasi strategis jangka panjang yang tidak hanya memprioritaskan kesehatan dan pendidikan. Tetapi menjadi penggerak ekonomi kerakyatan secara masif.
"Program ini tertuang secara khusus dalam misi Asta Cita ke-4 yang berfokus pada peningkatan kualitas manusia, pemberantasan stunting dan pengentasan kemiskinan dengan melibatkan ekosistem ekonomi di tingkat desa," tandasnya.
Ditambahkannya, manfaat strategis MBG yakni pertama, peningkatan ekonomi rumah tangga. Dana segar mengali ke akar rumput dan menggerakan ekonomi desa/kelurahan: petani, belayan, UMKM, dan koperasi bergerak.
"Kedua, efek berganda terhadap ekonomi Indonesia yang naik 0,29-0,63 terhadap PDB untuk lokasi BGN Rp 100 Triliun. Kemudian ketiga, penciptaan lapangan kerja sekitar 2-3 juta orang," pungkasnya. (lak)
Editor : Livrando Kambey