Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

MBG Program Baik, Tapi Eksekusi di Lapangan Keliru, Politisi PKS Manado: Pelaksanaannya Perlu Diubah

Livrando Kambey • Senin, 8 Juni 2026 | 18:10 WIB
Rahman Kodu
Rahman Kodu

 

MANADOPOST.ID-Pola pelaksanaan di lapangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dievaluasi agar lebih efektif, tepat sasaran dan tidak membebani anggaran negara.

 

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Manado, Rahman Kodu. Disampaikannya, salah satu persoalan utama dalam implementasi MBG saat ini adalah besarnya anggaran yang terserap untuk pembangunan dan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

 

"Kami tetap mendukung penuh program MBG. Tetapi menurut saya, pola pelaksanaannya perlu diubah. SPPG justru menjadi komponen yang menyerap anggaran sangat besar. 

 

Jika pemerintah menyalurkan sembako langsung ke rumah-rumah, kemudian siswa membawa makanan dari rumah ke sekolah, maka tujuan program tetap tercapai dengan biaya yang jauh lebih efisien," kata Kodu saat diwawancarai, Senin (8/6).

 

Dalam skema tersebut, pemerintah menurutnya, dapat membentuk tim pemeriksa gizi yang bertugas memastikan makanan yang dibawa siswa memenuhi standar nutrisi yang telah ditetapkan. 

 

"Dengan demikian, kontrol kualitas tetap berjalan tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk pembangunan dapur-dapur khusus," ujarnya. 

 

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, persoalan MBG sebenarnya tidak rumit untuk diselesaikan. 

 

Dukungan terhadap program pemerintah tetap harus diberikan, namun pelaksanaan di lapangan harus disesuaikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. 

 

"Saya melihat program ini baik. Yang keliru adalah eksekusinya di lapangan. Jangan sampai tujuan mulia pemerintah justru tidak tercapai karena pola pelaksanaannya tidak tepat," tuturnya. 

 

Lebih jauh disampaikannya, jika bantuan pangan disalurkan langsung ke keluarga, dampak ekonomi akan lebih luas karena perputaran uang dan kebutuhan bahan pangan akan langsung dirasakan oleh pedagang pasar, petani, dan pelaku usaha lokal.

 

Orang tua, kata Kodu, merupakan pihak yang paling memahami kebutuhan anak-anak mereka, termasuk persoalan alergi makanan maupun kondisi kesehatan tertentu. 

 

"Saya yakin orang tua tidak mungkin memberikan makanan yang membahayakan anaknya sendiri. Justru mereka yang paling memahami kebutuhan gizi, alergi, dan kondisi kesehatan anak-anak mereka," ungkapnya.

 

Dirinya pun berharap pemerintah dapat mempertimbangkan berbagai opsi yang lebih efisien tanpa mengurangi tujuan utama program. Selain itu, anggaran negara yang besar harus dimanfaatkan secara optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. (lak)

Editor : Livrando Kambey
#Mbg #pks #MANADO #DPRD