MANADOPOST.ID-Satu keluarga yang sempat viral dan disebut terlantar, saat ini sudah berada di shelter dan ditangani oleh UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Manado.
Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Lenda Pelealu mengatakan, keluarga tersebut ternyata memiliki alasan kenapa akhirnya tinggal di pinggir pantai, tepatnya di Kelurahan Tumumpa, Kecamatan Tuminting.
"Saat ini sementara diasesmen (proses sistematis pengumpulan dan evaluasi informasi mengenai kinerja, kemampuan, atau kondisi seseorang).
Karena ternyata keluarga itu tinggal di pinggir pantai bukan karena tak punya uang. Tapi karena pernah terjadi kekerasan seksual pada anaknya. Sehingga mereka tidak nyaman tinggal di kos-kosan. Itu latar belakangnya," beber Lenda kepada Manado Post, Senin (15/6).
Menurut Lenda, karena takut anaknya akan jadi korban lagi, maka pergilah keluarga itu tinggal di pinggir pantai.
"Mereka tinggal di pinggir pantai itu baru seminggu. Sementara juga suaminya kerja ikut pajeko dan punya penghasilan," kata Lenda.
Dirinya menjelaskan, saat ini untuk treatmen dari Pemkot bukan langsung sekarang diberikan atensi. Akan tetapi ada tahapannya.
"Pemkot sudah memberikan bantuan dengan mengevakuasi membawa ke shelter. Namun, untuk follow up itu perlu waktu. Sebab kan untuk pendidikan, anaknya itu harus ikut paket, ujian dan lainnya. Apa lagi anaknya tidak tamat SD. Dan kalau masuk sekolah rakyat itu harus tamat SD dulu," terangnya.
"Jadi, mereka tinggal di pinggir pantai itu bukan karena tidak punya uang. Namun ada kasus. Dan itu sementara dihendle oleh UPTD PPA Kota Manado soal kekerasan seksual," sambungnya. (lak)
Editor : Livrando Kambey