MANADOPOST.ID-Kehadiran layanan Teman Bus atau Trans Manado mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan masyarakat. Warga Manado pun menyatakan dukungan penuh terhadap transportasi publik tersebut.
Seperti yang disampaikan Clief Timothy, Warga Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea. Menurutnya, kehadiran Bus Trans Manado itu merupakan langkah maju dalam membangun sistem transportasi perkotaan yang lebih modern, aman, nyaman, dan terjangkau.
"Selain membantu mobilitas masyarakat, program ini juga dapat mengurangi kemacetan, serta mendorong masyarakat beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum," kata Clief.
Akan tetapi, dirinya bersama sejumlah warga berharap Pemerintah Kota Manado dapat mempertimbangkan penambahan rute. Terlebih rute yang melintasi Kecamatan Wanea, khususnya Kelurahan Pakowa dan Karombasan yang merupakan salah satu kawasan padat penduduk sekaligus pusat aktivitas pendidikan dan ekonomi.
"Kami mendukung penuh Bus Trans Manado yang telah dihadirkan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Program ini sangat baik untuk masyarakat. Sebab menyediakan transportasi yang nyaman, aman dan terjangkau. Namun harapan kami ke depan, rutenya bisa diperluas hingga Kecamatan Wanea, khususnya Kelurahan Pakowa dan Karombasan," ungkapnya.
Usulan tersebut dinilai cukup beralasan. Mengingat di kawasan Wanea terdapat berbagai fasilitas pendidikan yang setiap hari menjadi tujuan ribuan pelajar dan masyarakat.
Di wilayah tersebut ada SMA Negeri 7 Manado, SMA Negeri 2 Manado, SMP Negeri 7 Manado, SMK Negeri 6 Manado, serta sejumlah sekolah dan pusat aktivitas lainnya. Selain itu, kawasan Pasar Karombasan dan Pasar Pakowa juga menjadi sentra ekonomi yang ramai dikunjungi masyarakat setiap hari.
Warga menilai, apabila rute Bus Trans Manado dapat menjangkau kawasan tersebut, maka akan memberikan manfaat besar bagi pelajar, mahasiswa, pekerja, pedagang dan masyarakat umum.
"Selain mengurangi biaya transportasi, kehadiran Bus Trans Manado juga dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di wilayah Wanea dan sekitarnya," ucapnya.
Selain usulan penambahan rute, warga juga mendorong agar pemerintah menyiapkan strategi transisi yang berpihak kepada para sopir angkot yang selama ini melayani trayek di wilayah yang akan dilalui Bus Trans Manado.
Keberhasilan program transportasi publik tidak hanya diukur dari kualitas layanan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah mengelola dampak sosial dan ekonomi yang muncul.
Salah satu usulan yang mengemuka juga adalah memberikan kesempatan kepada sopir angkot yang terdampak, untuk direkrut dan dilatih menjadi pengemudi Bus Trans Manado atau dilibatkan dalam sistem transportasi pendukung (feeder) yang terintegrasi dengan layanan bus utama.
"Program ini harus menjadi solusi bersama. Kami berharap sopir-sopir angkot yang selama ini mencari nafkah di trayek yang akan dilalui Bus Trans Manado, dapat diberikan kesempatan menjadi bagian dari sistem transportasi yang baru. Dengan begitu, masyarakat mendapatkan layanan yang lebih baik, sementara para sopir tetap memiliki kesempatan bekerja dan memperoleh penghasilan," jelasnya.
Pendekatan tersebut dinilai dapat menjadi langkah mitigasi yang efektif untuk mencegah munculnya gesekan atau penolakan di tengah masyarakat. Di berbagai daerah, integrasi antara transportasi massal modern dan angkutan umum eksisting terbukti mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan sekaligus menjaga keberlangsungan mata pencaharian para pelaku transportasi.
Warga optimistis bahwa dengan komunikasi yang baik antara pemerintah, operator Bus Trans Manado dan para sopir angkot, pengembangan layanan transportasi publik di Kota Manado dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan luas dari masyarakat.
Dengan demikian, warga berharap Bus Trans Manado dapat terus berkembang menjadi moda transportasi andalan masyarakat, sekaligus menjadi simbol pembangunan Kota Manado yang modern, inklusif, dan berpihak kepada kepentingan seluruh warga.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado, Jefry Wowor menyampaikan bahwa sampai saat ini pihaknya masih menunggu surat keputusan dari Kementerian terkait.
"Ini masih tahap percobaan. Nanti kita akan lihat berbagai masukan dari masyarakat. Kemudian akan dipertimbangkan. Kita juga ini masih menunggu dari Kementerian Perhubungan," ucapnya. (lak)
Editor : Livrando Kambey