Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Para Camat di Manado Diingatkan Fungsi Stasiun Peralihan Antar Bukan untuk Tempat Penimbunan Sampah dalam Jangka Waktu Lama

Livrando Kambey • Jumat, 17 Juli 2026 | 18:55 WIB
Para camat se Kota Manado saat mengikuti rapat bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Jumat (17/7) di Tuang Tolu Kantor Pemkot
Para camat se Kota Manado saat mengikuti rapat bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Jumat (17/7) di Tuang Tolu Kantor Pemkot

 

MANADOPOST.ID-Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Andrei Angouw-Richard Sualang mengumpulkan Camat se Kota Manado, Jumat ((17/7) di Ruang Tolu Kantor Wali Kota.

 

Pertemuan membahas terkait dengan evaluasi dan menyempurnakan sistem pengelolaan kebersihan, serta mekanisme pengangkutan sampah dari tingkat kelurahan hingga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sumompo juga menghadirkan SKPD terkait.

 

Dalam pertemuan itu, Wali Kota dan Wakil Wali Kota menyoroti pentingnya efisiensi rantai pasok pengangkutan sampah. Mulai dari pengambilan di rumah warga menggunakan motor sampah, penampungan sementara di Stasiun Peralihan Antar (SPA), hingga pengangkutan akhir menggunakan truk sampah ke TPA.

 

Menurut Wali Kota, fungsi ideal dari SPA yakni harus menjadi titik temu yang efisien antara motor sampah dan truk sampah. Bukan tempat penimbunan sampah dalam jangka waktu lama.

 

"Spiritnya adalah di SPA terjadi perpindahan sampah dari motor sampah ke truk. Jangan sampai sampah tertahan satu atau dua hari di SPA karena akan menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu lingkungan sekitar. Harus ada standar operasional agar fungsi SPA benar-benar hanya sebagai proses peralihan," ujar Wali Kota.

 

Wali Kota pun meminta data rinci mengenai jumlah motor sampah di setiap kelurahan, wilayah jangkauan pengangkutan, serta analisis jarak tempuh dari lingkungan warga ke SPA dan dari SPA ke titik muat truk. Data ini diperlukan untuk mengidentifikasi hambatan lapangan dan menyusun sistem yang terbangun dengan baik.

 

Dalam rapat tersebut, setiap Camat memaparkan kondisi real di lapangan. Termasuk jumlah truk yang beroperasi, jumlah sopir dan kenek, serta ketersediaan buruh pengangkut sampah. Rasio antara jumlah penduduk per kecamatan dengan kapasitas armada dan petugas kebersihan yang tersedia juga ditanya.

 

Hal itu bertujuan untuk melakukan analisis komprehensif terkait luas wilayah, volume timbulan sampah, dan efektivitas distribusi armada. Dengan data yang akurat, Pemkot Manado berharap dapat mengatasi tantangan logistik pengangkutan sampah dan memastikan layanan kebersihan yang prima bagi seluruh warga.

 

"Kita perlu tahu pasti berapa jumlah motor sampah di tiap kelurahan dan seberapa jauh jangkauannya. Ini akan dianalisis agar setiap permasalahan di lapangan dapat terdeteksi dan segera dicarikan solusinya," pungkas Wali Kota.

 

Dalam rapat teknis tersebut nampak hadir Sekretaris Kota (Sekot) Manado, dr Steaven Dandel MPh dan beberapa kepala dinas terkait. (lak)

Editor : Livrando Kambey
sampah Richard Sualang MANADO