Anggaran Pengembangan Ekonomi Kreatif di Dispar Sangat Sedikit, Padahal Ujung Tombak Penambah PAD Kota Manado

Livrando Kambey • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 17:14 WIB
Franko Wangko
Franko Wangko

 

MANADOPOST.ID-Ekonomi kreatif saat ini menjadi ujung tombak sebagai penambah pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Manado.

 

​Untuk menunjang peningkatan PAD, ekonomi kreatif itu harus didukung dengan program kegiatan. 

 

Anggota DPRD Manado, Franko Wangko menyoroti tentang penyediaan prasarana zona kreatif sebagai ruang berekspresi di Dinas Pariwisata (Dispar) Manado. Karena, menurutnya, hal ini salah satu jalanan yang memang harus disediakan prasarananya.

 

"Hanya saja masalahnya, anggaran yang disediakan untuk pengembangan digitalisasi hanya 50 juta. Sedangkan penyusunan dokumen strategis bidang ekonomi kreatif sama nilainya," kata Frangko saat pembahasan Banggar bersama TAPD, Rabu (22/7).

 

Dirinya menyesalkan bahwa bukanya menyediakan tempat untuk ruang ekonomi kreatif berkembang, namun sebaliknya hal tersebut tidak diprioritaskan. 

 

"Jadi, masa anggaran yang disiapkan untuk bikin dokumen dengan menyediakan sarana dan prasarana, sama 50 juta," sesalnya.

 

Lebih jauh dikatakannya, ​sepanjang tahun itu, bagaimana Dinas Pariwisata sebaiknya lebih memprioritaskan penyediaan prasarana supaya ekonomi kreatif bisa lebih dikembangkan. 

 

"Apalagi UMKM-UMKM yang sudah disiapkan di belakang gedung Dinas Pariwisata itu sudah baik dan harusnya lebih dikembangkan. Kemudian destinasi-destinasi wisata yang ada bisa juga dikelola oleh Dinas Pariwisata.

 

Nah, ​ini tentunya harus diimbangi dengan anggaran yang cukup. Dan saya kira ini anggaran yang sangat sedikit dan tidak cukup untuk pengembangan ekonomi kreatif. Ini sebagai catatan agar dapat dipertimbangkan oleh Dinas Pariwisata," pungkasnya. (lak)

Editor : Livrando Kambey
Dispar MANADO DPRD