MANADOPOST.ID-Sikap dan perilaku jajaran direksi PD Pasar harus diperbaiki. Masukan tersebut disampaikan Anggota Komisi 2 DPRD Manado, Adolfien Wangania demi tercapainya komunikasi yang baik dengan pedagang.
Hal itu dikatakan Adolfien karena saat dirinya mendatangi Pasar Bersehati, Senin (27/7) untuk keperluan berbelanja ikan, namun tidak ada pedagang yang berjualan. Terinformasi pedagang sedang melakukan aksi demo.
Dirinya pun bertanya ke sejumlah petugas PD Pasar yang ada di lokasi terkait alasan adanya demo pedagang. Namun Adolfien mendapat jawaban yang kurang baik dari oknum yang mengaku Direktur Keuangan PD Pasar.
"Saya bertanya untuk cari tahu. Namun jawaban dari salah satu petugas sangat sombong sekali. Kemudian disebut saya yang marah-marah. Padahal saya datang untuk membeli ikan sebagai keperluan di rumah," ungkap Adolfien kepada Manado Post.
Dirinya menyayangkan jika sikap petugas di PD Pasar seperti itu dalam mengurus pedagang. Menurutnya, berhadapan dengan Anggota Dewan saja gayanya songong.
"Bagaimana hubungan dengan pedagang bisa baik kalau sikap dan cara komunikasinya seperti itu. Untung saja Pak Dirut PD Pasar datang dan memberikan penjelasan terkait apa yang terjadi. Sebenarnya kan saya hanya butuh jawaban itu," ucapanya.
Oleh karena itu, dirinya menyarankan agar ada reformasi terkait sikap dan cara komunkasi jajaran maupun petugas PD Pasar Manado dalam menjalankan tugasnya.
Terkait dengan penataan yang sedang dilakukan PD Pasar, politisi Partai Golkar itu sangat mendukung agar supaya pasar, terlebih di hanggar bersih dan nyaman.
"Kalau pasar bersih dan nyaman, pedagang tidak akan berjualan lagi di luar. Kemudian pembeli juga nyaman masuk dalam hanggar. Karen memang setiap kali saya belanja ikan di sini, aroma baunya sangat parah. Belum lagi di dalam hanggar itu becek karena saluran tersumbat. Makanya kami juga mendukung penataan yang dilakukan PD Pasar untuk hal yang baik," terangnya.
Namun, dirinya juga mengingatkan bahwa untuk melakukan pembenahan dan penataan itu butuh waktu. Oleh karena itu, Ia meminta direksi harus memikirkan agar diberikan tempat sementara bagi pedagang berjualan sembari dilakukan penataan di dalam hanggar.
"Intinya semua di komunikasi yang baik antara direksi dan pedaganan. Maka dari itu, cara komunikasi, perilaku dari semua direksi harus baik. Begitu juga dengan pedagang. Jangan karena berkuasa kemudian songong, bahkan pakai cara-cara kasar. Jika tidak ada perubahan perilaku dan komunikasi yang baik dari direksi, pasar akan selalu ada dinamika yang selalu sama dan berulang-ulang," pungkasnya. (lak)
Editor : Livrando Kambey