MANADOPOST.ID-Dua anak yang sempat viral karena tidur di atas Jembatan Soekarno, Manado beberapa waktu lalu, telah ditangani.
Kedua anak tersebut yakni Iniesta Pontoh panggilan Nesta dan Alfalino Mokotika panggilan Tayo. Keduanya adalah sepupu dan tinggal di Tuminting.
Nesta dan Tayo ternyata sudah pernah diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja karena tidur di jembatan yang sama. Namun beberapa hari kemudian mereka masih saja kembali tidur di atas jembatan itu sehingga sempat viral ditemukan warga yang mengira mereka anak terlantar.
"Padahal mereka ada orang tua walaupun hanya tinggal mama. Karena papa dari Nesta sudah meninggal. Hanya saja, anak-anak ini suka bermain di seputaran Pasar Bersehati dan Jembatan Soekarno," kata Kadis DP3A, Meisye Wollah.
Menurut Kadis, ketika ditanya kenapa suka tidur di atas jembatan, apalahi itu berbahaya, mereka hanya menjawab simple. Yakni karena mengantuk setelah selesai bermain dan sempat berjualan kantong plastik di Pasar Bersehati.
"Sekali-kali juga mereka memulung.
Karena kondisi ekonomi, keluarga kedua anak ini yang sebelumnya bersekolah di SD GMIM 3 Tuminting, sempat berhenti sekolah. Namun saat ini kami telah bertemu dengan pihak sekolah untuk mereka berdua sekolah lagi," ungkapnya.
Dirinya bersama tim juga sempat mendatangi rumah orang tua dan ke sekolah didampingi oleh Lurah Tuminting serta Kepala Lingkungan 3, juga bersama dengan pelayan khusus/penatua kolom 9 GMIM Nazareth Tuminting.
"Cita-cita Nesta katanya ingin menjadi tentara. Begitu juga Tayo. Mereka harus kembali bersekolah. Dan kami sudah ingatkan jangan lagi tidur di atas jembatan. Sambil tentunya kami memberikan semangat. Karena masa depan sungguh ada dan harapan tidak pernah hilang," kuncinya. (lak)
Editor : Livrando Kambey