MANADOPOST.ID-Hasil kegiatan reses Anggota DPRD Kota Manado, Nur Amalia, kembali menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih dirasakan masyarakat.
Mulai dari fasilitas publik hingga kebutuhan ruang kreativitas bagi generasi muda.
Dalam wawancara terkait pelaksanaan reses, Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengungkapkan bahwa masyarakat menyampaikan berbagai keluhan yang membutuhkan perhatian serius pemerintah.
"Persoalan lampu jalan yang mati, kondisi sejumlah ruas jalan yang rusak, hingga listrik yang kerap padam menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan kepada kami," ungkap Nur kepada Manado Post, Kamis (13/8).
Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar masih perlu mendapat perhatian lebih. Fasilitas publik yang tidak berfungsi optimal bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga dapat berdampak pada keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Sorotan lain datang dari masyarakat di wilayah Mapanget yang mengusulkan pembangunan fasilitas memadai untuk menunjang aktivitas warga. Usulan ini semakin penting mengingat pertumbuhan penduduk di kawasan tersebut terus meningkat.
Menurut personel Komisi 3 itu, pemerintah tidak cukup hanya mengejar pembangunan fisik dan pertumbuhan kawasan. Perkembangan wilayah juga harus diimbangi dengan penyediaan ruang publik yang dapat menjadi tempat berkumpul, berkreasi, dan mengembangkan potensi generasi muda.
Ketiadaan ruang kreativitas bagi anak muda berpotensi membuat pembangunan kawasan berjalan timpang. Karena itu, kebutuhan generasi muda semestinya masuk dalam perencanaan pembangunan, bukan sekadar menjadi program tambahan.
Nur Amalia juga menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap generasi Z. Menurutnya, anak-anak muda perlu mendapatkan pelatihan digitalisasi dan kepemimpinan agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara produktif.
"Pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan pada peningkatan keterampilan yang dapat membuka peluang usaha maupun sumber penghasilan bagi generasi muda," tuturnya.
Dengan jumlah generasi muda yang besar, pemerintah daerah dinilai perlu memiliki program yang lebih konkret dan berkelanjutan. Jangan sampai potensi generasi Z hanya dibicarakan dalam forum pembangunan, tetapi minim dukungan ketika mereka membutuhkan fasilitas dan akses untuk berkembang. (lak)
Editor : Livrando Kambey