MANADOPOST.ID-DPC PDI Perjuangan Kota Manado melakukan ziarah ke Makam Proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Bung Karno, di Blitar, Jawa Timur, Rabu (12/8) lalu menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Ziarah tersebut dipimpin langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado, dr Richard Sualang, didampingi Sekretaris DPC Jefry Polii serta sejumlah pengurus partai.
Sualang mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar tradisi menjelang perayaan kemerdekaan. Menurutnya, ziarah menjadi momentum untuk kembali menundukkan kepala, mengenang perjuangan para pendahulu bangsa yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa demi lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka.
"Di hadapan makam Bung Karno, semangat perjuangan itu kembali dihidupkan. Sosok yang dikenal sebagai Proklamator dan salah satu peletak dasar pemikiran kebangsaan Indonesia tersebut meninggalkan pesan penting tentang persatuan, keberpihakan kepada rakyat, serta pentingnya menjaga Indonesia tetap berdiri di atas semangat gotong royong," ujar Sualang saat diwawancarai, Selasa (18/8).
Lebih jauh disampaikan Wakil Wali Kota Manado itu, kemerdekaan yang kini dinikmati generasi penerus tidak lahir dengan mudah.
"Para pejuang bangsa melewati perjalanan panjang menghadapi penjajahan dan berbagai tantangan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka. Karena itu, kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga harus diisi dengan kerja nyata dan pengabdian kepada masyaraka," jelasnya.
Bagi jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Manado, lanjutnya, mengenang Bung Karno juga menjadi pengingat agar perjuangan politik tetap berpijak pada kepentingan rakyat.
Semangat tersebut menjadi inspirasi bagi para kader untuk terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, serta hadir dan mengabdi di tengah masyarakat.
Ziarah ke makam Bung Karno pun menjadi simbol bahwa perjuangan tidak berhenti ketika kemerdekaan diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.
Perjuangan terus berlanjut melalui kerja-kerja kebangsaan, menjaga ideologi, merawat persatuan, dan memastikan cita-cita kemerdekaan dapat dirasakan seluruh rakyat. (lak)
Editor : Livrando Kambey