Tak Hanya Cumlaude Raih IPK Sempurna di Unsrat, Derren Rampengan Juga Pemegang Rekor MURI

Gregorius Mokalu • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:13 WIB
Derren Rampengan
Derren Rampengan

MANADOPOST.ID- Di tengah ribuan lulusan yang mengikuti prosesi wisuda Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Kamis (20/8/2026), nama dr. David Christian Homenta Rampengan atau yang akrab disapa dr. Derren menjadi salah satu sosok yang mencuri perhatian.

Pria kelahiran Manado itu tidak hanya menyelesaikan pendidikan kedokterannya dengan predikat Cumlaude, tetapi juga mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yakni 4,00. Sebuah pencapaian yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, almamater, dan Sulawesi Utara.

Derren membuktikan diri melalui kerja keras, konsistensi belajar, dan dedikasi dalam dunia akademik.

Prestasi yang diraihnya tidak berhenti pada capaian nilai. Saat masih menjalani masa koasistensi, Derren berhasil menorehkan sejarah dengan meraih pencatatan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai mahasiswa koasistensi kedokteran dengan publikasi jurnal ilmiah terindeks Scopus terbanyak di Indonesia.

Capaian tersebut menempatkannya sebagai salah satu generasi muda Sulawesi Utara yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional, khususnya dalam bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Bagi Derren, keberhasilan yang diraihnya hari ini bukanlah hasil kerja seorang diri. Ia menyebut dukungan keluarga serta bimbingan para dosen menjadi fondasi utama yang mengantarkannya hingga berada di titik ini.

“Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Terima kasih kepada orang tua yang selalu memberikan dukungan dan doa, serta kepada para dosen yang telah membimbing dan memberikan ilmu selama proses pendidikan,” ujarnya.

Di balik sederet prestasi yang diraih, Derren tetap memandang wisuda dan penghargaan yang diterimanya sebagai awal dari perjalanan yang lebih panjang. Ia ingin terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baginya, prestasi bukanlah garis akhir, melainkan bahan bakar untuk melangkah lebih jauh.

“Prestasi ini bukan menjadi akhir, tetapi menjadi motivasi untuk terus belajar, bekerja keras, dan memberikan yang terbaik ke depannya,” katanya.

Lebih dari sekadar mengejar capaian akademik, Derren memiliki cita-cita sederhana namun bermakna: menjadi dokter yang mampu memberikan dampak positif bagi banyak orang.

“Sekiranya Tuhan berkenan, agar saya dapat menjadi dokter yang baik dan berdampak bagi banyak orang ke depannya,” tuturnya.

Kisah dr. Derren menjadi gambaran bahwa ketekunan, disiplin, dan semangat untuk terus belajar dapat membawa seseorang mencapai prestasi luar biasa.

Dari Kota Manado, ia membuktikan bahwa generasi muda Sulawesi Utara memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam dunia ilmu pengetahuan sekaligus memberikan inspirasi bagi banyak orang.

Di sela kesibukannya sebagai dokter muda dan peneliti, Derren tetap menyempatkan waktu untuk menyalurkan hobinya, seperti berenang dan jogging.

Aktivitas sederhana yang menjadi bagian dari keseimbangan hidupnya dalam mengejar prestasi dan menjaga kesehatan.

Kini, setelah menyelesaikan satu fase penting dalam hidupnya, langkah baru telah menanti. Namun satu hal yang pasti, perjalanan dr. Derren masih panjang, dan prestasi yang telah diraih hari ini menjadi fondasi kuat untuk pengabdian yang lebih besar di masa depan. (*)

Editor : Gregorius Mokalu
Derren Rampengan Unsrat cumlaude