Legislator Manado Soroti Keras Pelayanan RS Hermina: Bayar Umum Tetap Lama, Obat Tak Lengkap

Livrando Kambey • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:51 WIB
KESAL: Proses pelayanan pasien di Rumah Sakit Hermina yang diposting melalui akun media sosial Srinanda Lamadau
KESAL: Proses pelayanan pasien di Rumah Sakit Hermina yang diposting melalui akun media sosial Srinanda Lamadau

 

MANADOPOST.ID-Pelayanan Rumah Sakit Hermina Manado mendapat sorotan keras dari Anggota DPRD Kota Manado, Srinanda Lamadau. Ia menyayangkan pelayanan yang dinilainya jauh dari harapan, bahkan ketika pasien memilih menggunakan layanan umum dengan harapan proses lebih cepat.

Kekesalan tersebut disampaikan Srinanda melalui media sosial, Rabu (26/8). Ia menyoroti sejumlah persoalan yang menurutnya dialami saat mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut.

Salah satunya terkait akses keluar-masuk melalui pintu portal yang disebutnya kerap mengalami gangguan.

Sorotan lebih serius diarahkan pada lamanya proses pelayanan. Srinanda mengaku memilih fasilitas umum, bukan BPJS, dengan pertimbangan agar penanganan pasien bisa lebih cepat dan efisien. 

Namun, menurutnya, kenyataan justru berbeda. Dari proses pembayaran hingga antrean obat, waktu yang dibutuhkan dinilai terlalu lama. Bahkan, obat yang diberikan disebut tidak lengkap sehingga pasien harus mencari obat di apotek lain.

Kondisi tersebut semakin disayangkan karena pasien, khususnya anak, sedang dalam keadaan membutuhkan penanganan segera.

Ketua Partai Nasdem Manado itu juga mempertanyakan koordinasi antara dokter dan bagian farmasi. Menurutnya, ketersediaan obat seharusnya dapat diketahui dan dikomunikasikan sejak awal sehingga pasien tidak kembali dibebani dengan mencari obat di luar rumah sakit.

“Harusnya dokter sudah koordinasi dengan pihak farmasi ada atau tidak obatnya,” keluh Srinanda melalui media sosial.

Ia juga menyoroti persoalan hasil laboratorium. Menurutnya, pasien justru harus kembali bertanya untuk mengetahui hasil pemeriksaan, kemudian diarahkan mengambilnya di bagian laboratorium.

Srinanda mengungkapkan, pasien telah datang sekitar pukul 10.00 Wita untuk bertemu dokter. Namun hingga mendekati pukul 15.00 Wita, obat belum juga diterima secara lengkap.

Kritik Srinanda pun mengarah pada pertanyaan besar. 

"Jika pasien yang membayar layanan umum saja harus menunggu lama dan masih harus mencari obat di luar rumah sakit, bagaimana dengan pasien pengguna BPJS?" tulisnya. (lak)

Editor : Livrando Kambey
MANADO DPRD Rumah Sakit