MANADOPOST.ID-Kecepatan merespons potensi kerawanan menjadi kunci utama keberhasilan. Baik dalam menjaga stabilitas demokrasi, maupun menghadapi tantangan perubahan lingkungan.
Hal tersebut ditegaskan Ketuw Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Manado, Brilliant Maengkom dalam agenda monitoring dan evaluasi jajaran sekretariat, Jumat (28/8).
Ia menggarisbawahi pentingnya keterkaitan antara metodologi deteksi dini dalam pengawasan Pemilu dengan mitigasi bencana akibat ancaman kemarau panjang El Niño yang saat ini tengah melanda berbagai wilayah, termasuk Kota Manado.
"Logika pencegahan pada dampak El Niño dan pengawasan Pemilu itu sejajar: sama-sama menuntut kepekaan, analisis risiko sejak awal, dan tindakan pencegahan sebelum timbul krisis. Kita tidak boleh bekerja dengan pola firefighting atau baru bertindak saat masalah sudah meledak," tegasnya.
Dijelaskannya, ancaman El Niño seperti krisis air, kebencanaan lahan, hingga potensi penyalahgunaan program bantuan bagi masyarakat, menuntut kesiapsiagaan dan kepekaan sosial.
Di sisi lain, Bawaslu memanfaatkan prinsip deteksi dini serupa melalui pemetaan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) serta imbauan resmi untuk memitigasi potensi pelanggaran sejak awal.
Di samping penguatan filosofi mitigasi risiko, Bawaslu Kota Manado juga memastikan kedisiplinan dan produktivitas seluruh jajaran staf tetap terjaga optimal di tengah penerapan mekanisme Work From Home (WFH) setiap hari Jumat.
Melalui uji petik acak (sampling check), Ketua Bawaslu Manado memverifikasi langsung aktivitas harian staf untuk memastikan tugas-tugas teknis pengawasan tetap berjalan dinamis.
Salah satu staf yang diperiksa melaporkan, tengah merampungkan proses input data konsolidasi demokrasi, sekaligus menyelesaikan Laporan Hasil Pengawasan (LHP) Pencocokan Terbatas (Coktas) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) bersama KPU Kota Manado.
"WFH itu bukan berarti libur. Kedisiplinan, integrasi data, dan kesiapsiagaan SDM di lapangan harus terus dijaga demi mengawal integritas demokrasi di Kota Manado," pungkasnya. (lak)
Editor : Livrando Kambey