MANADOPOST.ID-Pengadaan ring tinju dan sejumlah perlengkapan latihan tinju bagi pelajar akhirnya mendapat persetujuan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Manado dan masuk dalam APBD Perubahan 2026.
Anggaran tersebut ditata melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado. Program ini disiapkan sebagai salah satu upaya pemerintah menyalurkan energi siswa ke kegiatan positif sekaligus membina minat dan bakat di bidang olahraga.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Bart Assa mengatakan, persetujuan DPRD diberikan dengan pertimbangan bahwa anggaran daerah harus diarahkan pada program yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, olahraga tinju dipilih setelah melihat tingginya minat pelajar terhadap olahraga tersebut.
Program ini sekaligus diharapkan menjadi alternatif untuk mengurangi potensi tawuran, perkelahian, bullying, maupun perilaku negatif lainnya di kalangan pelajar SMP.
“Pertimbangannya bagaimana kita bisa menyalurkan energi positif anak-anak SMP yang karakternya masih pancaroba. Anak-anak yang punya minat di olahraga tinju kita ikutsertakan dalam ekstrakurikuler latihan tinju,” ujar Bart usai mengikuti pembahasan di DPRD, Rabu (2/9).
Ia menjelaskan, program tersebut akan dimulai sebagai uji coba di dua sekolah. Salah satunya SMP Negeri 4 Manado, sementara sekolah kedua masih akan ditentukan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Menariknya, ring tinju nantinya tidak harus ditempatkan di dalam sekolah. Sesuai kesepakatan dengan DPRD, ring akan ditempatkan di lokasi yang ditentukan Dispora, sementara perlengkapan latihan dapat digunakan oleh sekolah.
"Bukan berarti hanya anak-anak dari dua sekolah itu yang bisa ikut. Kalau ada siswa dari sekolah lain yang berminat, mereka bisa bergabung,” jelasnya.
Bart menambahkan, pembinaan teknis nantinya akan melibatkan Dispora karena dinas tersebut memiliki sumber daya pelatih yang dinilai lebih siap untuk menjalankan program latihan.
Jika program tersebut mendapat respons positif dan animo pelajar tinggi, pemerintah berencana menambah fasilitas secara bertahap.
“Tujuan kami untuk mengendalikan energi anak-anak kelas dua dan tiga SMP agar tidak tersalurkan ke hal-hal negatif. Kita tidak bisa menghilangkan seratus persen, tetapi paling tidak ada pengurangan,” katanya.
Program ini akan mulai dilaksanakan setelah proses pengadaan berjalan. Karena telah masuk dalam APBD Perubahan 2026, Bart memastikan program tersebut ditargetkan dapat direalisasikan tahun ini. (lak)
Editor : Livrando Kambey