MANADOPOST.ID-Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) RI, Mugiyanto Sipin,lbmenyempatkan diri bertemu dan berdiskusi dengan sejumlah aktivis senior Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Partai Rakyat Demokratik (PRD) di sela-sela kunjungan kerjanya di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Pertemuan yang berlangsung di kompleks Manado Beach Walk (MBW) 2, Rabu (9/9) malam, menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah pusat dan kelompok masyarakat sipil untuk membahas berbagai persoalan HAM di daerah.
Dalam diskusi tersebut, para aktivis menyampaikan sejumlah catatan dan sorotan terkait kondisi HAM di Sulut. Di antaranya menyangkut kebebasan berpendapat, hak-hak buruh, perlindungan petani dan nelayan, pemenuhan hak kelompok rentan, hingga pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wamen HAM Mugiyanto mengapresiasi berbagai masukan yang disampaikan para aktivis. Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh menutup diri terhadap kritik masyarakat.
“Kami datang untuk mendengar. Negara tidak boleh alergi terhadap kritik. Justru aktivis adalah mitra strategis pemerintah dalam mengawal isu HAM agar tidak ada warga yang tertinggal,” ujar Mugiyanto.
Menurutnya, Kementerian HAM RI memiliki sejumlah tugas penting, di antaranya menyusun kebijakan, memperkuat pemahaman dan kinerja aparatur negara dalam perspektif HAM, serta memperkuat pemahaman HAM di kalangan pelaku usaha, termasuk terkait pemenuhan hak-hak pekerja.
Ia mengatakan, salah satu tujuan kunjungannya ke Sulut adalah mendorong penguatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam menangani persoalan HAM.
“Salah satu tujuan kunjungan kami ke sini adalah memperkuat kerja aparatur pemerintah Provinsi Sulut tentang penanganan HAM,” jelasnya.
Selain penguatan aparatur, Mugiyanto juga menyampaikan rencana peninjauan terhadap proses pembuatan dan penyaluran program MBG.
Hal ini menjadi perhatian menyusul munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan yang dikaitkan dengan pelaksanaan program tersebut di berbagai daerah.
“Kami juga akan melakukan peninjauan pembuatan dan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG), karena saat ini MBG sedang menjadi sorotan terkait kasus keracunan yang terjadi,” ungkapnya.
Sementara itu, aktivis senior LMND/PRD, Eka Dharma Kurniawan alias Bung Ances, berharap dialog tersebut tidak berhenti sebatas pertukaran pandangan.
Ia mendorong pemerintah pusat benar-benar menindaklanjuti berbagai persoalan HAM yang disampaikan masyarakat sipil, khususnya yang terjadi di Sulawesi Utara.
“Kami berharap pemerintah bukan hanya mendengar, tetapi juga ada tindak lanjut konkret terhadap berbagai persoalan HAM di daerah,” kata Ances.
Pertemuan tersebut turut dihadiri aktivis senior LMND/PRD, di antaranya Eka Dharma Kurniawan (Ances), Jimmy Tindi, Katrin, Richard Sanger, sejumlah mahasiswa dan aktivis, LSM pegiat HAM, serta pimpinan Kanwil HAM Sulut. (lak)
Editor : Livrando Kambey