Tarkam Hingga Sajam, Persoalan Sosial di Manado yang Butuh Perhatian dan Penanganan Bersama

Livrando Kambey • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 15:24 WIB
KERJA SAMA: Foto bersama jajaran Pemkot bersama para tokoh agama se Kota Manado usai tatap muka di Aula Serbaguna, Kamis (10/9)
KERJA SAMA: Foto bersama jajaran Pemkot bersama para tokoh agama se Kota Manado usai tatap muka di Aula Serbaguna, Kamis (10/9)

 

MANADOPOST.ID-Peran tokoh agama dinilai sangat penting dalam membantu pemerintah membina kehidupan sosial masyarakat sekaligus menjaga keamanan, ketertiban dan kerukunan di wilayah masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Andrei Angouw saat bertatap muka dengan Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado bersama para pimpinan rumah ibadah se-Kota Manado, di Ruang Serbaguna Kantor Wali Kota, Kamis (10/9).

Dalam pertemuan tersebut, Angouw meminta para tokoh agama memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah di tingkat kelurahan, terutama dengan para ketua lingkungan.

Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat membutuhkan perhatian dan penanganan bersama. Beberapa di antaranya adalah tawuran antarkampung (tarkam), penggunaan senjata tajam (sajam), hingga konsumsi minuman keras.

“Masalah sosial kita ada yang tarkam, sajam, mabuk. Kita identifikasi. Saya harap kita bersama aparat harus ada koordinasi di wilayah masing-masing,” ujar Angouw.

Ia menegaskan, persoalan sosial tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah dan aparat keamanan. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan, termasuk tokoh agama yang memiliki kedekatan langsung dengan warga.

“Kalau semua elemen bergerak bersama, persoalan-persoalan di masyarakat bisa lebih cepat diidentifikasi dan ditangani,” katanya.

Selain membahas persoalan sosial, Angouw turut menyinggung kondisi perekonomian Kota Manado. Ia menyebut perputaran uang di Manado masih cukup baik berdasarkan data statistik.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan Manado masih menjadi daerah yang memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat, termasuk mereka yang datang dari luar daerah.

“Di Manado ini harus rajin, jangan malas, jangan gengsi. Karena banyak masyarakat luar mencari uang di Manado. Artinya, mereka masih mendapatkan keuntungan,” tegasnya.

Angouw menekankan, tingginya aktivitas ekonomi harus berjalan beriringan dengan terciptanya kondisi kota yang aman dan nyaman. Menurutnya, investasi dan pariwisata membutuhkan lingkungan kota yang kondusif agar terus berkembang.

“Kota harus menjanjikan. Perputaran uang tinggi, PDRB harus tinggi. Investasi bagus, wisata banyak, makanya harus nyaman,” jelasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menunggu datangnya peluang, tetapi mampu menangkap dan menciptakan peluang melalui kerja keras serta kreativitas.

“Uang berputar banyak, kesempatan terbuka, tapi mesti rajin dan kreatif,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua BKSAUA Kota Manado Pdt Juddy Tunari MTeol mengatakan, tatap muka bersama pemerintah dan tokoh agama menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi sekaligus membangun kolaborasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, toleransi dan kehidupan sosial masyarakat.

Ia menyampaikan, BKSAUA terus menjalankan perannya dalam memperkuat kebersamaan antarumat beragama di Kota Manado.

Sejumlah kegiatan juga telah dilaksanakan, termasuk dalam momentum pengucapan syukur pada Agustus lalu melalui Takbir Akbar, ibadah KKR dan doa bersama yang digelar di Taman Berkat.

Menurut Tunari, berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersamaan sekaligus memperkokoh toleransi antarumat beragama.

“Kita tetap menjaga dan melakukan fungsi kita sebagai tokoh agama, serta terus menjaga toleransi di Kota Manado,” pungkasnya. (lak)

Editor : Livrando Kambey
MANADO Tokoh Agama Kamtibmas