MANADOPOST.ID-Kematian salah satu Pelayanan Khusus (Pelsus) GMIM, Penatua (Pnt) Tommy Wagiu yang dinilai tidak wajar mendapat perhatian serius dari Pasukan Khusus Panji Yosua Sinode GMIM.
Organisasi pelayanan dibawa naungan Pria/Kaum Bapa (P/KB) GMIM itu mendatangi Polresta Manado, Senin (14/9) untuk menyampaikan keprihatinan sekaligus memberikan dukungan terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
Kedatangan Panji Yosua Sinode GMIM dipimpin Komandan Pasukan Khusus Panji Yosua, Ivan Jenly Pioh dan disambut langsung Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid.
Ivan mengatakan, Panji Yosua merupakan bagian dari pelayanan GMIM yang memiliki perhatian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk dalam menjaga serta melindungi aset gereja dan para pelayan khusus (Pelsus).
“Karena kami Panji Yosua bagian dari pelayanan GMIM, tentunya kejadian meninggalnya pelayan khusus GMIM yaitu Penatua Tommy Wagiu yang tidak wajar, maka kami merasa prihatin dengan kamtibmas yang ada,” ujar Ivan kepada Manado Post, Selasa (15/9).
Menurutnya, perhatian Panji Yosua tidak terlepas dari posisi alm Pnt Tommy Wagiu sebagai Pelsus GMIM. Karena itu, pihaknya merasa perlu memberikan dukungan kepada keluarga, terutama dalam memastikan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.
Ivan mengakui adanya kekhawatiran jika dalam proses penanganan perkara terdapat pihak-pihak yang mencoba memengaruhi atau membelokkan proses hukum.
“Kami ingin mendukung keluarga lewat proses hukum yang ada. Tentunya ada kekhawatiran kalau dalam proses ini ada campur tangan pihak yang membelokkan kasus, bisa saja memakai uang atau kekuatan agar keadilan tidak didapat sepenuhnya oleh keluarga,” ungkapnya.
Dalam pertemuan dengan Kapolresta Manado, Panji Yosua juga meminta penjelasan mengenai kronologi kejadian, posisi pihak yang diduga sebagai tersangka, serta sejauh mana proses penyelidikan maupun penyidikan yang telah dilakukan kepolisian.
Ivan menyebut, pertemuan tersebut berlangsung terbuka meski kedatangan Panji Yosua tidak dijadwalkan sebelumnya.
Kapolresta Manado, kata Ivan, memberikan penjelasan dan pandangan terkait penanganan perkara, termasuk komitmen kepolisian untuk memproses kasus secara adil dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
“Kapolres sudah menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan memproses ini dengan berkeadilan. Tetapi juga tetap dengan asas praduga tak bersalah dan prosedur kepolisian yang akan mereka lakukan,” jelasnya.
Panji Yosua, lanjut Ivan, mempercayakan penanganan perkara kepada kepolisian karena institusi tersebut memiliki sumber daya dan kewenangan untuk mengungkap secara terang kronologi maupun fakta di balik peristiwa tersebut. “Kami percayakan kepada kepolisian dengan memberikan support,” tegasnya.
Ivan mengatakan, pihaknya sengaja datang langsung ke Polresta Manado karena banyak informasi yang beredar di tengah masyarakat maupun media sosial yang dinilai masih simpang siur.
Selain menyampaikan dukungan terhadap proses hukum, Panji Yosua juga menegaskan komitmennya menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Manado maupun Sulawesi Utara.
Dirinya juga mengimbau seluruh anggota Panji Yosua, jemaat dan masyarakat agar tidak terpancing emosi serta menghindari konflik yang tidak perlu.
“Kalau kita ada anak-anak, kita imbau agar menjaga diri, tidak merugikan masyarakat lewat konflik yang tidak perlu,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh jemaat dan masyarakat tetap waspada, namun tidak melakukan tindakan yang justru dapat memperkeruh suasana. Menurut Ivan, sebagai bagian dari pelayanan GMIM, Panji Yosua mengedepankan hikmat Tuhan dalam menghadapi situasi tersebut.
“Baiknya menahan diri, menahan emosi, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi kemarin tidak akan terulang lagi,” pungkasnya. (lak)
Editor : Livrando Kambey