Komisi IV DPRD Manado Tinjau Sekolah Rakyat 21, Monica Tambajong Apresiasi Program Presiden RI
TINJAU: Komisi IV DPRD Manado saat mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21, Senin (28/9)
MANADOPOST.ID-Sekolah Rakyat yang merupakan program pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi salah satu upaya dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Untuk memastikan program tersebut berjalan dengan baik, Komisi IV DPRD Kota Manado melakukan peninjauan langsung ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 Manado, Senin (28/9).
Peninjauan yang dilakukan Komisi IV DPRD Kota Manado merupakan bagian dari fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Manado, Monica Tambajong SE MBA bersama jajaran Komisi IV melihat langsung kondisi fasilitas serta pelaksanaan pendidikan di sekolah tersebut.
Program Sekolah Rakyat secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, miskin, dan miskin ekstrem, dengan memberikan akses pendidikan sekaligus fasilitas pendukung yang memadai.
Dalam pelaksanaannya, program ini juga didukung melalui sinergi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI dalam aspek kurikulum dan teknis pendidikan.
Dalam peninjauan tersebut, Komisi IV DPRD Kota Manado melihat langsung sejumlah aspek penting, terutama kelayakan fasilitas pendukung bagi para siswa. Pengawasan meliputi kondisi ruang tidur, ketersediaan air bersih, serta pemenuhan kebutuhan gizi harian siswa.
Komisi IV juga memastikan proses penjaringan dan penerimaan siswa dilakukan secara tepat sasaran, sehingga anak-anak yang memperoleh manfaat dari program tersebut benar-benar berasal dari keluarga yang sesuai dengan kriteria program Sekolah Rakyat.
Selain itu, perlindungan anak menjadi salah satu hal yang turut menjadi perhatian dalam peninjauan. Mengingat para siswa tinggal di lingkungan asrama, diperlukan pengawasan yang menyeluruh untuk mencegah terjadinya perundungan, kekerasan fisik maupun kekerasan seksual.
Aspek pendidikan dan pembangunan karakter juga menjadi bagian dari pengawasan Komisi IV. Sekolah diharapkan tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta nilai-nilai positif yang dapat menjadi bekal bagi para siswa di masa depan.
Peninjauan lapangan tersebut didampingi oleh Sentra Tumou Tou Manado Ditjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Manado, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Manado, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi IV Jimmy Gosal SH MH, Sekretaris Komisi IV drg Jessica Marcella Wowor, Monica Tambajong, SE MBA, Dr Deysie Lumowa MPd, Dr Florens Panungkelan MPd, Natanael Pepah SE, Roy Ticoalu, serta staf Komisi IV DPRD Kota Manado.
Monica Tambajong menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sebagai upaya memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Saya memberikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang telah menghadirkan program sebagus ini. Anak-anak dari keluarga kurang mampu diberikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan sekaligus mendapatkan fasilitas yang sangat baik.
Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah agar anak-anak dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi tetap mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas,” kata Monica.
Menurut Monica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 21 Manado sangat baik dan memberikan lingkungan yang mendukung proses belajar serta pembentukan karakter siswa.
“Saya melihat fasilitas pendidikan yang diberikan melalui program Sekolah Rakyat ini sangat baik. Ada banyak kegiatan ekstrakurikuler yang bisa diikuti oleh para siswa. Ruang belajar juga baik, kemudian kamar-kamar bersih dan sangat nyaman. Fasilitas seperti ini tentu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para siswa, dengan tetap diikuti pengawasan dan pendampingan yang berkelanjutan,” ujar Monica.
Monica menilai, sistem pendidikan dan kehidupan di lingkungan asrama juga dapat menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam hal kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab.
“Karena mereka tinggal di asrama, saya melihat ini juga menjadi kesempatan yang sangat baik untuk membentuk karakter anak-anak menjadi lebih kuat, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab. Menurut saya, program ini bagus sekali dan tentu harus kita dukung bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak,” kata Monica.
Ia berharap anak-anak yang memperoleh kesempatan melalui program tersebut dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas, memiliki karakter, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, daerah, dan negara.
“Harapan saya, anak-anak yang hari ini diberikan fasilitas sebagus ini akan bertumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas, berkarakter, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Kita berharap program ini benar-benar memberikan manfaat dan membuka masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yang membutuhkan,” kunci Monica. (lak)
Editor : Livrando Kambey