MANADOPOST..ID— Indonesia Marketing Association (IMA) kembali menutul kegiatan IMA Goes to School di SMA Rex Mundi, Manado, Rabu (30/09/2026).
Kegiatan tersebut menampilkan pembicara dari IMA senior Aleksander Chang, yang akrab disapa Ko Alex, sebagai pemateri dengan membahas isu cyberbullying dan kaitannya dengan vandalisme kepada siswa dan siswi.
Hadir juga Korwil IMA Sulut Rudini Wijaya, Pastor Ronny Worang, Presiden IMA Chapter Manado Tommy Waworundeng, IMA Youth Jezka, Regyna, Jasmine, Vega, Cheryl, dan Rushel.
Kegiatan IMA berbagi ilmu ini melibatkan sejumlah sponsor, yakni BRI, Pegadaian, PLN, Manado Town Square, Manado Post, Memora FM, IMA Sulut, dan IMA Youth.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak SMA Katolik Rex Mundi Manado yang disampaikan oleh Sir Christian.
Dalam sambutannya, pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan IMA Goes To School sebagai kegiatan yang memberikan edukasi dan wawasan kepada para siswa.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian dari pihak BRI yang dibawakan oleh Andrew Sepang.
Dalam kesempatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan layanan perbankan yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, salah satunya BritAma Junio.
Melalui penyampaian beliau, siswa mendapatkan informasi mengenai BritAma Junio sekaligus pentingnya mulai mengenal kebiasaan menabung dan pengelolaan keuangan sejak usia sekolah.
Selanjutnya, kegiatan memasuki sesi utama mengenai “Cyber Bullying dan Kaitannya dengan Vandalisme” yang disampaikan oleh Aleksander Chang, yang akrab disapa Ko’ Alex, selaku Owner Tikala Group Rumah Alam Adventure Park.
Dalam penyampaiannya, Aleksander mengajak para siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta mempertimbangkan dampak dari setiap tindakan yang dilakukan.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuat aktivitas di dunia digital dapat meninggalkan jejak.
“Jaman sekarang jejak digital tidak bisa hilang, maka jangan merusak diri sendiri dengan melakukan tindakan buruk seperti membully,” ujar Aleksander.
Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam materi yang disampaikan. Para siswa diajak memahami bahwa tindakan di media sosial, baik berupa unggahan, komentar, maupun interaksi dengan orang lain, dapat memberikan dampak yang lebih besar dari yang diperkirakan.
Pembahasan mengenai cyber bullying kemudian dikaitkan dengan perilaku vandalisme. Para siswa diajak memahami bahwa tindakan yang dilakukan tanpa mempertimbangkan dampaknya dapat merugikan orang lain maupun lingkungan.
Melalui materi tersebut, siswa didorong untuk lebih bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial dan membangun interaksi yang positif. Kesadaran terhadap jejak digital juga menjadi bagian penting karena berbagai aktivitas yang dilakukan secara online dapat menjadi bagian dari rekam digital seseorang.
Setelah sesi utama, pihak Pegadaian turut memberikan edukasi mengenai layanan Tabungan Emas. Penyampaian tersebut dibawakan oleh Lidya, Vino, dan tim Pegadaian, yang memperkenalkan kepada siswa mengenai konsep Tabungan Emas sebagai bagian dari edukasi pengelolaan keuangan.
Dalam sesi tersebut, Pegadaian juga memberikan reward kepada sejumlah siswa sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan keterlibatan mereka selama kegiatan berlangsung. Pemberian reward tersebut turut menambah antusiasme siswa dalam mengikuti rangkaian IMA Goes To School.
Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan sharing dari IMA Youth yang disampaikan oleh Regyna Shalom.
Dalam sesi ini, Regyna memperkenalkan IMA Youth sebagai bagian dari IMA yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk terlibat dalam berbagai kegiatan, memperluas wawasan, serta membangun pengalaman dan relasi.
Kehadiran IMA Youth dalam kegiatan tersebut turut memberikan perspektif kepada siswa mengenai kesempatan bagi generasi muda untuk aktif dalam organisasi dan berbagai kegiatan yang dapat mendukung pengembangan diri.
IMA Goes To School sendiri menjadi salah satu bentuk kegiatan yang mempertemukan organisasi, dunia usaha, media, dan berbagai pihak untuk menghadirkan edukasi yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai literasi keuangan, tetapi juga diajak memahami persoalan sosial yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya dalam penggunaan media sosial.
Topik mengenai cyber bullying menjadi relevan untuk dibahas di kalangan pelajar di tengah penggunaan media sosial yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, pemahaman mengenai etika berkomunikasi di ruang digital menjadi hal yang penting untuk terus dibangun.
Melalui IMA Goes To School, para siswa SMA Katolik Rex Mundi Manado diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, menjaga perilaku terhadap sesama, serta memahami bahwa setiap tindakan yang dilakukan, termasuk di ruang digital, memiliki konsekuensi. (*)
Editor : Tommy Waworundeng