6.000 Anak Manado Putus Sekolah, DPRD Warning Ancaman Kriminal: Program GEMA MAKASE Sudah Bagus

Livrando Kambey • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 13:59 WIB
Jimmy Gosal
Jimmy Gosal

 

MANADOPOST.ID-Data sekitar 6.000 anak di Kota Manado yang terhenti mengenyam pendidikan menjadi perhatian serius DPRD Kota Manado. 

Ketua Komisi IV DPRD Manado, Jimmy Gosal mengapresiasi peluncuran Gerakan Masyarakat Manado Kembalikan Anak ke Sekolah (Gema Makase), sekaligus mengingatkan pentingnya pengawasan ekstra terhadap anak-anak putus sekolah.

Menurut Gosal, persoalan anak putus sekolah tidak hanya menyangkut akses pendidikan, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat dalam mencegah berbagai persoalan sosial, termasuk potensi meningkatnya kriminalitas.

“Program itu tentunya sangat baik. Apalagi, berdasarkan data yang diberikan Dinas Pendidikan, ternyata masih banyak anak-anak yang putus sekolah di Kota Manado. Itu tanggung jawab kita bersama, terutama pemerintah,” ujar Gosal, Kamis (1/10).

Ia menegaskan, anak-anak yang tidak lagi mengenyam pendidikan membutuhkan perhatian khusus agar tidak kehilangan arah dan mencari lingkungan pergaulan yang justru berisiko membawa mereka pada persoalan sosial.

“Perlu adanya pengawasan yang lebih ekstra oleh pemerintah. Anak-anak putus sekolah ini berkaitan dengan persoalan tingkat kriminalitas di Kota Manado. Ketika anak-anak tidak sekolah, mereka pasti mencari tempat bergaul yang bisa menghargai mereka. Itu yang perlu kita antisipasi,” tegasnya.

Gosal menyatakan, DPRD Manado mendukung penuh program Gemamangakase sebagai langkah untuk mengembalikan anak-anak ke bangku pendidikan. Ia juga mengungkapkan, berdasarkan hasil diskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan, telah disiapkan alokasi anggaran untuk mendukung penanganan anak putus sekolah.

Menurut Gosal, persoalan anak putus sekolah tidak hanya menyangkut akses pendidikan, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat dalam mencegah berbagai persoalan sosial, termasuk potensi meningkatnya kriminalitas.

“Program itu tentunya sangat baik. Apalagi, berdasarkan data yang diberikan Dinas Pendidikan, ternyata masih banyak anak-anak yang putus sekolah di Kota Manado. Itu tanggung jawab kita bersama, terutama pemerintah,” ujarnya.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan itu menegaskan, anak-anak yang tidak lagi mengenyam pendidikan membutuhkan perhatian khusus agar tidak kehilangan arah dan mencari lingkungan pergaulan yang justru berisiko membawa mereka pada persoalan sosial.

“Perlu adanya pengawasan yang lebih ekstra oleh pemerintah. Anak-anak putus sekolah ini berkaitan dengan persoalan tingkat kriminalitas di Kota Manado. Ketika anak-anak tidak sekolah, mereka pasti mencari tempat bergaul yang bisa menghargai mereka. Itu yang perlu kita antisipasi,” tegasnya.

Dia menyatakan, DPRD Manado mendukung penuh program Gema Makase sebagai langkah untuk mengembalikan anak-anak ke bangku pendidikan. Ia juga mengungkapkan, berdasarkan hasil diskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan, telah disiapkan alokasi anggaran untuk mendukung penanganan anak putus sekolah.

Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaan program tersebut diselaraskan dengan program Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) yang juga memiliki kegiatan serupa.

“Jangan sampai nanti terjadi tumpang tindih penganggaran. Dinas Pendidikan punya program, sementara Dinas P3A juga memprogramkan hal yang sama. Jadi, perlu koordinasi supaya pelaksanaannya jelas dan anggarannya tepat sasaran,” katanya.

Menurutnya, angka 6.000 anak yang terhenti pendidikannya bukan jumlah kecil. Karena itu, ia mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai mengalokasikan anggaran secara khusus untuk menangani persoalan tersebut.

Ia juga menyoroti instruksi Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang kepada Dinas Pendidikan agar melakukan pendataan lebih terperinci berdasarkan wilayah kecamatan.

Gosal mengusulkan agar pemerintah memulai penanganan melalui proyek percontohan di satu kecamatan sebelum diperluas ke wilayah lainnya.

“Kalau boleh, dibuat sampling terlebih dahulu, misalnya di Kecamatan Wanea. Data berapa banyak anak putus sekolah di sana, kemudian dilakukan penanganan sebagai contoh untuk kecamatan-kecamatan lainnya,” usulnya.

Melalui langkah tersebut, dirinya berharap pendataan dan penanganan anak putus sekolah dapat berjalan lebih terarah, terukur, serta tepat sasaran.

Ia menekankan, keberhasilan Gema Makase tidak cukup hanya dengan meluncurkan program, tetapi harus dibarengi pendataan yang akurat, pengawasan berkelanjutan, koordinasi antardinas, serta upaya nyata memastikan anak-anak Manado kembali memperoleh hak pendidikan. (lak)

Editor : Livrando Kambey
Sekolah Kriminalitas MANADO DPRD