MANADOPOST.ID-Musibah kebakaran hebat yang melanda permukiman warga di Kelurahan Sindulang Satu, Lingkungan 1, Kecamatan Tuminting mendapat perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Manado.
Wakil Wali Kota Manado, dr Richard Sualang turun langsung ke lokasi kejadian, Selasa (13/10) didampingi Sekretaris Daerah Kota Manado, dr Steaven Dandel bersama sejumlah pejabat Pemkot Manado.
Dalam kunjungan tersebut, Sualang menegaskan bahwa pemerintah harus bergerak cepat merespons musibah yang mengakibatkan puluhan rumah terbakar dan puluhan keluarga terdampak.
“Ini salah satu kebakaran terbesar di Kota Manado. Ada 27 rumah yang terbakar dan 32 kepala keluarga terdampak. Karena itu, pemerintah harus bergerak cepat mengingat cukup banyak masyarakat yang terkena dampak,” tegas Sualang.
Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang tertimpa musibah merupakan bentuk tanggung jawab untuk memastikan warga mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan.
Sualang mengakui, kebakaran tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga mengganggu kehidupan dan aktivitas ekonomi warga. Terlebih, sebagian masyarakat yang terdampak bekerja di sektor informal, termasuk berjualan di pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
Karena itu, Pemkot Manado berupaya mendorong warga agar tetap kuat dan mampu bangkit kembali setelah kehilangan tempat tinggal maupun harta benda.
“Kita berharap pemerintah tetap hadir dalam kondisi apa pun dan masyarakat bisa kembali bersemangat serta bangkit. Kita harus mendorong mereka sekaligus memberikan bantuan sementara untuk membantu kebutuhan keluarga sehari-hari,” ujarnya.
Bantuan yang disiapkan mencakup perlengkapan kebutuhan harian, peralatan dapur, serta bahan pokok untuk membantu meringankan beban warga terdampak.
Di sisi lain, Sualang turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terlebih di tengah musim kemarau yang berkepanjangan dan rentetan musibah kebakaran yang terjadi belakangan ini.
Ia meminta warga memastikan instalasi listrik tetap aman, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak membakar sampah tanpa pengawasan.
“Di musim kemarau berkepanjangan ini, risiko kebakaran sangat tinggi. Karena itu, masyarakat harus tetap berhati-hati, terutama di kawasan permukiman. Jangan sampai terjadi korsleting listrik, membuang puntung rokok sembarangan, atau membakar sampah tanpa pengawasan,” imbaunya.
Diketahui, kebakaran 27 unit rumah terdiri dari sekitar 4 unit semi permanen, 23 unit berupa sekat/tripleks kayu.
Kebakaran terjadi Senin, 12 Oktober 2026 di Polairud, Kelurahan Sindulang Satu, Lingkungan 1, Kecamatan Tuminting.
Menurut Kadis Damkar Manado, Jimmy Rotinsulu, dari hasil pendataan sementara Ketua Lingkungan bahwa ada sebanyak 32 keluarga terdampak. (lak)
Editor : Livrando Kambey