Status Tanggap Darurat, Anak Sekolah Diminta Diliburkan, Dikbud Tunggu Arahan dan Terus Berkoodinasi

Livrando Kambey • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:49 WIB
Bart Assa
Bart Assa

 

MANADOPOST.ID-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah (Dikbud) Kota Manado masih mengkaji desakan untuk meliburkan sementara siswa sekolah menyusul kondisi cuaca ekstrem, musim kemarau, serta polusi udara akibat asap kebakaran yang terjadi. 

Kepala Dinas Dikbud Manado, Bart Assa mengatakan, pihaknya belum mengambil keputusan untuk meliburkan siswa. Disampaikannya, pemerintah masih perlu berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan tingkat polusi udara dan dampaknya terhadap kesehatan peserta didik.

“Kami akan berkoordinasi dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) untuk mengukur tingkat polusi udara akibat asap kebakaran ini. Mereka memiliki alat ukur, sehingga kami akan berkoordinasi terlebih dahulu. Jika kondisinya sudah mengharuskan, tentu akan kami tindak lanjuti,” ujar Bart kepada Manado Post, Rabu (14/10).

Dijelaskannya, meskipun Pemerintah Kota Manado telah menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem dan musim kemarau, kondisi saat ini dinilai belum cukup mendesak untuk menerapkan kebijakan belajar dari rumah.

Bart menegaskan, pihaknya tetap menghargai usulan masyarakat yang meminta agar kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara. Usulan tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian sekaligus kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan dan kesehatan anak-anak di tengah kondisi lingkungan yang terdampak asap kebakaran.

“Kalau ada pihak yang mengusulkan libur sementara, itu bagian dari kekhawatiran. Usulan tersebut sangat baik, karena mungkin ada kecemasan dari orang tua. Namun, untuk kondisi sekarang, belum ada keputusan ke arah itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, Dikbud Manado akan terus berkoordinasi dengan pimpinan daerah dan pihak-pihak yang memiliki kompetensi dalam penanganan kondisi cuaca serta dampak polusi udara.

Menurut Bart, hingga saat ini belum ada petunjuk dari Wali Kota maupun arahan dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait mengenai penghentian sementara pembelajaran tatap muka.

“Kalau memang sudah urgen, Wali Kota pasti akan merespons dan memberikan arahan. Namun, sejauh ini belum ada petunjuk. Kami tetap memprioritaskan pembelajaran langsung sambil berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” katanya.

Dikbud Manado pun, lanjutnya, masih menunggu perkembangan kondisi di lapangan serta arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat sebelum menentukan langkah berikutnya. (lak)

Editor : Livrando Kambey
Kemarau Panjang Tanggap Darurat Bencana MANADO