Menurutnya, imunisasi rutin seperti vaksin MMR dapat membantu melindungi anak-anak dari infeksi yang dapat memicu penyakit ini.
Dia juga menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan lainnya, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghindari kontak dengan individu yang sakit.
Aditya mengungkapkan bahwa penyakit Kawasaki adalah penyakit peradangan pada pembuluh darah kecil, terutama pada anak-anak di bawah lima tahun.
Dia menjelaskan bahwa gejala yang umum terjadi meliputi demam berkepanjangan, ruam kulit, pembengkakan kelenjar getah bening, bibir merah dan pecah-pecah, lidah merah dan bengkak (disebut juga "lidah strawberry"), serta bengkaknya persendian di tangan dan kaki.
Aditya menegaskan pentingnya menghubungi dokter jika terdapat gejala yang mencurigakan pada anak dan memastikan pengobatan yang tepat diberikan dengan cepat untuk mengurangi risiko komplikasi serius.
Dia membedakan penyakit Kawasaki dengan penyakit jantung koroner pada orang dewasa dan menjelaskan bahwa jika tidak diobati dengan baik, penyakit Kawasaki dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah arteri koroner yang berpotensi fatal.
Pengobatan yang umum digunakan melibatkan kombinasi aspirin dosis tinggi dan imunoglobulin intravena (IVIG) untuk mengurangi peradangan dan mencegah komplikasi.
Aditya juga menyebutkan bahwa dengan pengobatan yang tepat, sebagian besar anak dengan penyakit Kawasaki dapat sembuh sepenuhnya tanpa komplikasi jangka panjang.
Namun, Aditya menekankan perlunya kesadaran dan penanganan yang tepat terhadap penyakit Kawasaki karena seringkali terjadi penundaan dalam diagnosis.
Oleh karena itu, ia menyarankan orang tua untuk mengikuti pedoman kesehatan umum, menjaga kebersihan, dan segera mencari bantuan medis jika ada kekhawatiran atau muncul gejala mencurigakan pada anak-anak. (JPC) Editor : Toar Rotulung